Sepanjang Tahun 2017, Dinkes Kota Cimahi Temukan 544 Kasus Penyakit TB

Ilustrasi

Ilustrasi


POJOKJABAR.com, CIMAHI – Sepanjang tahun 2017, temuan penyakit Tuberkulosis (TB) di Kota Cimahi mencapai 544 kasus. Para pengidap kebanyakan warga yang tinggal di kawasan pemukiman padat penduduk dan kumuh, seperti wilayah Cimahi bagian selatan.

Faktor itulah yang membuat kasus TB di Kota Cimahi terbilang tinggi. Warga yang pernah mengidap penyakit tersebut akan sulit sembuh jika kebersihan lingkungannya tidak diperhatikan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan, Pratiwi saat ditemui di sela peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia tingkat Kota Cimahi di Gedung Hardjuno, Citeureup, Cimahi Utara, Selasa (27/3/2018).

“Selain harus menjaga kesehatan diri sendiri, mantan pasien penderita TB harus memperhatikan kondisi lingkungannya agar tidak terjangkit untuk kedua kalinya,” katanya.

Artinya, jika di lingkungannya ada yang masih mengidap TB, orang yang sudah sembuh itu bisa tertular lagi. Untuk itu, kata Pratiwi, upaya mencegah penularan virus tuberkulosis salah satu cara terbaiknya adalah dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Bagi penderita TB, disarankan untuk selalu mengenakan masker dalam beraktivitas. Apalagi penderita TB tidak boleh sembarangan batuk dan bersin. Selain itu, pasien TB harus mendapat pengobatan hingga benar-benar sudah terbebas dari virus tuberkulosis, yang sesuai dengan peringatan Hari TBC tingkat Kota Cimahi 2018, yakni Temukan Obati Sampai Sembuh (TOSS).

Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna, menyebutkan jika daerah padat penduduk lebih rentan untuk penularan penyakit Tuberkulosis (TB).

“Kalau boleh jujur, di Cimahi masih banyak lingkungan pemukiman yang rumahnya tidak begitu sehat. Antara lain sinar mataharinya susah masuk. Itu salah satu penyebab TB,” beber Ajay.

Ia meminta Dinas Kesehatan terus melakukan sosialisasi dan edukasi terkait bahaya penyakit TB. “Insya Allah Dinas Kesehatan sudah berusaha sekuat untuk menekan angka penderita supaya sembuh dan tidak menular. Kita akan lebih rutin melakukan edukasi dan sosialisasi,” pungkasnya.

(RBD/gat/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds