Ratusan Taksi Online di Kota Cimahi Belum Layak

ilustrasi Taksi online

ilustrasi Taksi online


POJOKJABAR.com, CIMAHI – Pengusaha taksi online masih belum menjalani uji kelaikan kendaraan atau KIR . Dari kuota sebanyak 476 unit kendaraan, baru tujuh unit kendaraan yang sudah menjalankan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) itu.

Padahal, uji KIR ini merupakan poin penting dalam aturan taksi online dalam Permenhub Nomor 108 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek.

Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Dishub Kota Cimahi, Ranto Sitanggang mengatakan, tujuh unit kendaraan yang sudah melakukan uji KIR berkasnya sudah dilengkapi dan diserahkan ke Dishub Kota Cimahi untuk diproses penerbitan rekomendasi angkutan sewa khusus. Dia mengimbau kepada seluruh pengemudi yang menjalankan bisnisnya segera melengkapi persyaratan.

“Diharapkan, bagi Badan Hukum lain yang menaungi angkutan sewa khusus, secepatnya untuk mengurus perijinan agar legalitas dalam melakukan operasionalisasi di jalan dapat dipertanggungjawabkan,” tuturnya.

Dia menyebutkan, untuk proses uji KIR sebetulnya tidak ada pembatasan. Namun, ketika berkas kelengkapan sudah dipegang dapat mengajukan uji KIR ke UPT PKB (Pengujian Kendaraan Bermotor) Dishub Kota Cimahi di jalan Baros.

“Ditekankan kembali, bahwa pelaksanaan uji KIR bukan semata-mata untuk peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah), akan tetapi sematamata untuk keselamatan dari masyarakat yang akan menjadi pengguna layanan angkutan,” terangnya.

Ranto menjelaskan pengujian pada taksi online tidak ada perbedaan dengan kendaraan angkutan konvensional lainnya. Perbedaan uji KIR kendaraan umum lainnya dengan taksi online hanya penempelan stiker pada mobil yang telah lulus uji.

Pada taksi online tidak dilakukan penempelan stiker dengan mengetok badan mobil, melainkan dengan tanda uji KIR berupa plat aluminium berukuran kecil yang diemboss dan ditempelkan pada mesin mobil.

Dengan adanya uji KIR dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) ini, lanjut Ranto, sudah jelas membedakan kendaraan pribadi dengan angkutan online. Angkutan online menggunakan plat TNKB khusus yang dikeluarkan oleh Kepolisian.

Kemudian adanya tanda lulus uji KIR, serta adanya Stiker “ANGKUTAN ONLINE” yang ditempelkan pada badan kendaraan. “Tanda khusus stiker tersebut wajib ditempelkan di kaca depan dan belakang sebagai tanda wilayah operasi, kemudian wajib memiliki dokumen perjalanan yang sah, mencantumkan nomor pengaduan, serta identitas pengemudi yang ditempatkan di dashboard kendaraan,” pungkasnya.

(RBD/gat/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds