Polres Cimahi Ungkap Komplotan Bermotor Dugaan Penodongan, Begini Caranya

Ilustrasi: Rizal Ali/Radar Bekasi

Ilustrasi: Rizal Ali/Radar Bekasi

Cari Aman

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Polres Cimahi berhasil mengungkap komplotan bermotor yang diduga telah melakukan penodongan kepada seorang korban tukang ojek online. Dua orang tersangka masih di bawah umur berhasil diamankan berinisial DH (16) RMS (16), sementara dua lagi RAP (24) dan PPA (27) dilumpuhkan dengan timah panas.

Awal kejadian perampokan ini terjadi di Jalan Leuwigajah RT 02/8 Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi, Jum’at (16/3) sekira jam 23.50 WIB. Korban empat orang ojek online dihampiri belasan orang bersenjatakan golok dan samurai.

“Pelaku diperkirakan berjumlah 13 orang menodongkan senjata tajam dan merampok tiga buah handphone dan satu buah helm. Korban atas nama Yogi Yono terkena sabetan golok pada bahu sebelah kiri,” ungkap Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara saat melakukan gelar perkara, Rabu(21/3).

Kemudian, lanjut Rusdy, sekitar pukul 00.10 WIB, para korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Cimahi, yang ditindaklanjuti dengan pengecekan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Berdasarkan keterangan korban, pelaku berjumlah 13 orang dengan menggunakan 7 (tujuh) motor,” terangnya.

Baca juga: Begini Kronologis Pelaku Pencurian Rumah Kosong
Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan para korban, diketahui sinyal GPS handphone milik salah satu korban masih aktif, terdeteksi  berada di sekitar Jalan Dadali Kota Bandung.

“Allhamddulilah Satreskrim Polres Cimahi berhasil mengamankan 4 (empat) pelaku. Dua di antaranya melawan, sehingga ditembak dibagian kaki,” kata Rusdy.

Dua anak dibawah umur berinisial  terlibat aksi pencurian dengan kekerasan. Keduanya diamankan Satreskrim Polres Cimahi pada Sabtu (18/3) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB di Jalan Dadali Kota Bandung.

Untuk sembilan pelaku lainnya, lanjut Rusdy, saat ini masih dilakukan pengembangan dan pengejaran. “Sedang kami kembangkan terkait TKP dan pelaku lainnya,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, para tersangka akan dijerat Pasal 365 ayat (1) ke-2e KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 tahun.

(rmol/pojokjabar)


loading...

Feeds