Proyek Pembangunan Rumah Deret Tamansari Jalan Terus

Beberapa warga pemilik 25 Rumah di   di RW 11 Kelurahan Taman Sari Kecamatan Bandung Wetan menolak rumah deret. ( Foto : Riana Setiawan)

Beberapa warga pemilik 25 Rumah di di RW 11 Kelurahan Taman Sari Kecamatan Bandung Wetan menolak rumah deret. ( Foto : Riana Setiawan)


POJOKJABAR.com, BANDUNG – Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung Folmer Silalahi menganggap ketegangan terkait pembanguna relokasi warga Tamansari ke rumah deret, tidak seharusnya terjadi.

Dalam hematnya, semua yang terlibat dalam pembangunan deret sudah menyetujui rencana pembangunan itu.

‚ÄúTapi kenapa sekarang harus ada gesekan lagi,” kata Folmer kepada wartawan Kamis (8/3). Folmer mengatakan, kemungkinan besar yang terjadi sekarang, adalah ketidak sepahaman antara Pemkot Bandung dengan warga. Hal itu terkait kesepakatan yang sebelumnya sudah dibicarakan.

“Mungkin ada beberapa hal yang sifatnya multi tafsir. Sehingga, ada beberapa pihak yang tidak sepaham dengan klausul yang sudah disepakati,” katanya. Folmer mempertanyakan, kenapa mengurus warga kepindahan warga ke rumah deret ini sulit. Jauh lebih sulit ketimbang ketika pemerintah menghadapi warga untuk pembangunan Baltos, dan jembatan Pasopati.

“Padahal mereka samasama warga Tamansari, mungkin saja mereka punya kekerabatan yang dekat. Bahkan kepindahan ini untuk kepentingan mereka sendiri,” paparnya. Ada kemungkinan hal ini lantaran ganti rugi yang ditawarkan Pemkot Bandung tidak sama antara ketiga proyek pembangunan ini.

Folmer juga mengatakan, tidak menutup kemungkinan ada orang-orang yang mengambil keuntungan dari kondisi seperti ini. “Dalam kondisi yang ada sangkut pautnya dengan urusan ganti rugi, memang selalu ada orang yang mengambil keuntungan,” katanya.

Karenanya, Folmer menyarankan, agar Pemkot Bandung menjalin komunikasi lebih intens dengan warga Tamansari, yang terdampak pembangunan rumah deret ini. “Jangan sampai karena tidak ada komunikasi, warga merasa pemkot tidak perduli dengan nasib mereka,” ujarnya.

Menanggapi gesekan yang terjadi, PJs Walikota Bandung M.Solihin mengatakan, wajar jika dalam suatu program pembangunan ada pro dan kontra. “Pada prinsipnya, Pemkot Bandung melakukan pembangunan karena ingin warganya punya peningkatan taraf hidup,” kata Solihin.

Adanya gesekan kali ini, kata Solihin itu karena kesalahpahaman dalam komunikasi. Karenanya, Solihin telah memanggil dinas terkait, untuk melakukan komunikasi lebih intens dengan warga.

“Karenanya kita akan intenskan komunikasi,” tegasnya. Terkait pembangunan, Solihin mengatakan akan terus dilakukan meski ada warga yang tidak setuju. “Kasihan warga yang setuju. Mereka sudah mau membantu program pemkot, masa harus terhalangi oleh pihak-pihak yang tidak setuju,” tambahnya.

(RBD/mur/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds

ilustrasi-miras

MPR RI Blak-blakan Soal Perpes Miras

Jadi, demi melindungi seluruh rakyat Indonesia, sebagaimana perintah konstitusi, dan untuk kemaslahatan terbesar bagi rakyat dan NKRI, juga sesuai dengan …