Siapa Dalang Dibalik Bentrok di Proyek Rumah Deret Tamansari?

SUASANA: Tempat saat kejadian bentrokan di kawasan penggusuran Taman Sari Kota Bandung, selasa dini hari (6/3). RAMDHANI/RADAR BANDUNG

SUASANA: Tempat saat kejadian bentrokan di kawasan penggusuran Taman Sari Kota Bandung, selasa dini hari (6/3). RAMDHANI/RADAR BANDUNG


POJOKJABAR.com, BANDUNG – Proses pembangunan rumah deret Tamansari kian alot, bahkan bentrok pun tak terelakan antara warga dan sejumlah anggota organisasi masyarakat (ormas) yang disinyalir kiriman dari pihak pengembang.

Bentrok pecah saat puluhan warga dari perbagai elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Bandung, Rabu (7/3). Aksi itu dilakukan menyusul tindak kekerasan yang menimpa simpatisan dan warga Tamansari pada Selasa (6/3) malam. Warga menduga jika tindak kekerasan tersebut terjadi akibat adanya pembiaran pihak kepolisian atas insiden tersebut.

Salah seorang korban tindak kekerasan, Khoiruddin menjelaskan, awal kejadian Selasa pukul 21:00 WIB, pihaknya berniat untuk melakukan mediasi terkait konflik pembangunan rumah deret Tamansari di Taman Film, Bandung. Namun, alih-alih mendapat sambutan baik, pihaknya malah mendapatkan intimidasi berupa makian hingga kekerasan fisik lewat lemparan batu dan serpihan kaca.

“Kami berniat baik tapi penyambutan mereka justru seperti itu ditambah dengan kata-kata kasar,” ujar Udin saat aksi di balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Rabu (7/2). Lanjut Udin, pihaknya sudah mengendus keanehan sejak Selasa siang. Saat itu, sebuah beko  escavator) mulai beroperasi untuk meratakan bangunan.

Saat beberapa warga hendak mendokumentasikan aktifitas beko, beberapa orang dari pihak pengembang beserta preman penjaga melemparinya dengan batu. Bahkan, ada beberapa warga – dari massa solidaritas– yang sempat diseret dan dipukul di bagian wajah.

“Ada juga satu warga yang mencoba melerai, tapi enggak bisa juga karena dipukuli. Bahkan sampai di tanjakan menuju Baltos (Balubur Townsquare), teman kami juga dikeroyok,” katanya. Dalam bentrok semalam, sambungnya, tercatat 19 orang simpatisan dan warga mengalami luka-luka.

“Yang kena parah tiga sampai lima orang, sampai harus dilarikan ke rumah sakit. Ada juga yang mendapat luka di kepala,” kata Aminudin mengingat. Aminudin bersama warga lainnya bakal menggugat kasus tersebut melalui jalur hukum. Kasus ini telah dilaporkan ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Bandung untuk pendampingan.

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds