DLH Kota Cimahi Masih Selidiki Limbah PT Tri Gunawan

Aliran air sungan Cibodas di Jalan Industri yang tercemar limbah pabrik. Gatot/Radar Bandung

Aliran air sungan Cibodas di Jalan Industri yang tercemar limbah pabrik. Gatot/Radar Bandung


POJOKJABAR.com, CIMAHI – Untuk memastikan berbahaya atau tidaknya limbah yang di buang oleh PT. Tri Gunawan, saat ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, sudah mengambil sampel air limbah untuk melengkapi proses penyelidikan.

Sebelumnya, DLH Kota Cimahi telah memanggil pihak pabrik untuk, menjelaskan terkait pembuangan air limbah yang dibuang sembarangan. Akibatnya sepanjang 3 kilometer, aliran air yang bermuara di Sungai Cibodas itu tercemar dan berwarna merah.

Kepala Seksi Pembinaan dan Pengawasan DLH Kota Cimahi, Lucky Sugih Mauludin, mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan pengambilan sampel air yang dihasilkan dari pembuangan pabrik tersebut. Namun, untuk mengetahui hasil uji laboratorim membutuhkan waktu 14 hari.

”Dari hasil uji sampel nanti, bisa diketahui apakah pihak pabrik melakukan pelanggaran administrasi atau, pelanggaran yang sifatnya pidana,” kata Lucky, Rabu (7/3).

Dia melanjutkan, apabila hasil uji laboratorium sudah diketahui maka, pihaknya akan melaporkan kepada aparat kepolisian untuk menentukan jenis pelanggarannya.

”Kalau air limbah dari perusahaan merusak ekosistem, penindakannya ada pada kepolisian. Tapi kalau tidak, DLH akan memberikan sangksi administrasi,” terangnya.

Sementara itu, upaya dari pihak kepolisian dalam membantu memastikan air limbah yang dianggap mencemari lingkungan oleh masyarakat, Satuan Reserse Kriminal Polres Cimahi akan, mengumpulkan bahan keterangan bilamana ada indikasi pencemaran, yang dapat merusak lingkungan.

”Saat ini kami masih menunggu uji laboratorium dari DLH,” ujar Kasat Reskrim Polres Cimahi, di Mapolres Cimahi Jalan Amir Machmud, Rabu (7/3).

Niko melanjutkan, apabila hasil uji laboratorium yang dilakukan DLH Cimahi terdapat pelanggaran yang berpotensi merusak lingkungan atau, masih ada kekurangan data dari DLH maka, pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap pabrik tersebut.

”Apabila dari hasil pengumpulan bahan keterangan (pulbaket), ada indikasi garis air limbah yang melebihi batas, maka sidak bisa dilakukan tanpa harus menunggu laporan DLH,” pungkasnya.

(RBD/gat/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds

ilustrasi-miras

MPR RI Blak-blakan Soal Perpes Miras

Jadi, demi melindungi seluruh rakyat Indonesia, sebagaimana perintah konstitusi, dan untuk kemaslahatan terbesar bagi rakyat dan NKRI, juga sesuai dengan …