Ya Allah! Pelajar SMA Mucikari, Adik Kelasnya Jadi PSK, Sekali Booking Duitnya Wow…

Polisi amankan pelaku prostitusi online (ilustrasi)./Foto: Istimewa

Polisi amankan pelaku prostitusi online (ilustrasi)./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Pelajar sebuah SMA di Kabupaten Bandung Barat berinisial MR (16) menjadi tersangka tindak pidana penjualan orang. MR kedapatan nyambil jadi mucikari lebih dari dua tahun dan menjual adik kelas sebagai Pekerja Seks Komersil (PSK).

Modus yang dilakukan tersangka dengan menjual pekerja seks kepada hidung belang melalui media sosial. Gadis muda yang dijual beberapa di antaranya adik kelas SMA di tempatnya menuntut ilmu.

Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Niko N Adiputra mengungkapkan, penangkapan MR bermula dari laporan masyarakat mengenai adanya praktik perdagangan di bawah umur melalui media sosial.

Baca juga: Dedi Mulyadi : APBD Rp37 Triliun Sangat Mungkin Bangun Rumah Sakit Setiap Tahun

Setelah ditelusuri, pelajar wanita salah satu SMA di Bandung Barat itu berhasil diamankan di kamar kontrakannya Kampung Sodong Desa Cipeundeuy Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat.

“Saat ditangkap, MR tengah menjual korban berinisial DK dan NR kepada pelanggan dengan harga Rp 1,5 juta,” terang Niko, Senin (5/3).

Niko menjelaskan, MR memiliki langganan hidung belang dari berbagai kalangan. Tak tanggung, wanita pekerja seks yang ditawarkannya adik kelas yang baru berusia 15 tahun.

Ada dua korban kami amankan. Dan tiga korban lainnya masih kami kejar untuk dimintai keterangan,” katanya.

Niko menambahkan, antara tersangka dan korban sebelumnya sudah bersepakat untuk menjalankan bisnis haram ini. Dalam satu booking, tersangka mendapat bagian Rp 500 ribu atau lebih tergantung kelihaian tersangka bertransaksi dengan hidung belang.

“Tugas MR memasarkan korban, setiap melayani korban diberi uang Rp 500 ribu,” jelasnya seperti dilansir Rmol.co.

Baca juga: 3 Fakta Menguntungkan Jadi Mucikari di Cirebon, Nomor 3 Bikin Kamu Tidak Ingin Lepas dengan Dunia Ini
Atas perbuatannya ini, tersangka MR akan dijerat Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 Pasal 2 tentang Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) dengan ancaman maksimal 15 tahun hukuman penjara.

(*/mar/pojokjabar)

loading...

Feeds