Kemacetan di Kota Cimahi Sulit Diatasi

ILUSTRASI : Suasana ratusan kendaraan bermotor yang terjebak kemacetan lalu lintas.

ILUSTRASI : Suasana ratusan kendaraan bermotor yang terjebak kemacetan lalu lintas.


POJOKJABAR.com, CIMAHI – Kemacetan arus lalu lintas di Kota Cimahi nampaknya sulit diatasi. Selain terus bertambahnya jumlah kendaraan, penyebab lainnya adalah infrastruktur yang tidak tertata dengan baik.

Saat ini wilayah Cimahi yang menjadi titik macet yakni, Jalan Gandawijaya, Jalan Sangkuriang, Jalan Mahar Martanegara, dan Leuwigajah. Kemacetan di Jalan Gandawijaya penyebabnya adalah, banyaknya pertokoan yang lahan parkirnya minim.

Jalan Sangkuriang, titik macetnya ada pada persimpangan dan kecilnya ruas jalan. Kemacetan di Jalan Mahar Martanegara, disebabkan keluar masuknya kendaraan berat dari pabrik dan termasuk lokasi perbelanjaan.

Di Leuwigajah, kemacetan terpusat pada bundaran penghubung jalur antara Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Cimahi Ruswanto, mengatakan, untuk mengatasi kemacetan di Cimahi, saat ini pihaknya hanya bisa mengoptimalkan infrastruktur yang ada seperti, diberlakukan pembatasan waktu angkutan barang maupun melakukan rekayasa jalan.

“Kalau daerah yang macetnya pada waktu tertentu bisa dengan rekayasa jalan. Dengan kondisi sekarang, jelas Cimahi perlu penataan infrastruktur,” kata Ruswanto, Senin (5/3).

Menurutnya, jika mengacu kepada undang undang lalu lintas Pasal 7 ayat 2 tentang penyelenggaraan lalu lintas oleh pemerintah. Maka, penyelenggaraannya dilakukan oleh instansi masing masing sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sehingga, pemeliharaan yang meliputi pengurusan dibidang jalan dilakukan oleh, kementerian negara yang bertanggung jawab dibidang jalan atau dinas Pekerjaan Umum (PU).

Sementara untuk pengembangan industri lalu lintas dan angkutan jalan, oleh kementrian industri. Sementara pada bidang pengembangan teknologi lalu lintas dan angkutan, ada pada kementerian yang bertugas dibidang pengembangan dan teknologi.

Urusan dibidang registrsi, identifikasi kendaraan bermotor dan pengemudi, penegakan hukum, oprasional manajemen dan rekayasa lalu lintas serta pendidikan berlalulintas oleh Kepolisian RI.

“Dishub daerah, hanya mengurus bidang sarana prasarana lalu lintas dan angkutan jalan,” terangnya. Dalam mendukung kelancaran berlalu lintas, lanjut dia, pihaknya meminta agar berbagai pihak terkait lainnya turut membantu.

Bahkan, peran stakeholder terutama dinas terkait pun sangat diperlukan untuk, membantu sosialisasi kepada pengguna jalan serta, meningkatkan Penegakan Hukum (Gakum).

“Awali dengan memberikan pemahaman berlalu lintas kepada masyarakat, denan tujuan meningkatkan disiplin saat berkendara,” ucapnya.

(RBD/gat/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds