Pelaku Teror Ponpes Nurul Anwar Cimahi, Kesbangpol Duga ODGJ DIhipnotis

ODGJ (ilustrasi)./Foto: Istimewa

ODGJ (ilustrasi)./Foto: Istimewa

Cari Aman

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Cimahi, Totong Solehudin menganggap ada keganjilan dalam fenomena teror terhadap pemuka agama.

“Ini ganjil,” ucap Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Kota Cimahi, Totong Solehudin, Rabu (21/2).

Menurutnya, jika memang para pelaku itu gila, pelaku itu tidak akan peduli terhadap orang lain.

“Mereka saja tidak peduli terhadap dirinya. Tiba-tiba sekarang mereka bisa garang, buas. Berarti kan kalau begitu ada-apa,” kata Totong kepada wartawan.

Dikatakan Totong, bisa saja orang gila itu diatur dengan cara dihipnotis.

Baca juga: Premium Langka, Angkot di Kota Depok Beralih ke Pertalite

Menurutnya orang yang tidak mengalami gangguan jiwa saja mudah untuk dihipnotis. Apalagi orang yang mengalami gangguan kejiwaan alias gila.

Sebagaimana diketahui, pelaku teror kini menjadi fenomena hampir selalu diduga orang gila.

Pelaku teror tersebut termasuk di Kota Cimahi.

Fenomena pelaku teror yang selalu diduga orang gila ini terjadi terhadap pemuka agama, seperti pimpinan pondok pesantren, ulama dan sebagainya.

Salah satunya dialami Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Anwar RT 06/15, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Muhammad Nuryadi alias Buya Nur.

(mar/pojokjabar)


loading...

Feeds

Syahrini

3 Alasan Syahrini Belum Juga Menikah

Penyanyi sensasional Syahrini membeberkan alasan kenapa dirinya belum menikah hingga saat ini. Dia mengaku punya tiga alasan belum menikah meski …