Dishub Kota Cimahi Targetkan Rp 841 Juta dari Parkir

Ilustrasi Parkiran.

Ilustrasi Parkiran.

Cari Aman

POJOKJABAR.com, CIMAHI – Dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor distribusi, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi mulai memetakan kembali sejumlah titik parkir potensial.

Berdasarkan data Dishub Kota Cimahi tahun 2017, terdapat 118 titik parkir on street dengan 178 juru parkir. Titik parkir on street tersebut tersebar diberbagai ruas jalan seperti, di Jalan Gandawijaya, Djulaeha Karmita, Pasar Atas, Gatot Subroto, Dustira Satu ruas jalan tersebut diisi dua atau lebih titik parkir.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Cimahi, Ruswanto, mengatakan, sejauh ini (2017) realisasi PAD dari tempat parkir mencapai Rp 765 juta. Untuk tahun 2018, target PAD dari parkir Rp 841 juta.

“Jadi, potensi meningkatkan PAD dari parkir cukup besar,” kata Ruswanto, Selasa (20/2/18).

Dia menyebutkan, untuk tarif kendaraan roda dua dikenakan biaya Rp1.000, sementara kendaraan roda empat Rp2.000. Tarif didasarkan pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Cimahi Nomor Tahun 2 tentang Retribusi Jasa Angkutan Umum.

“Jika dikelola dengan baik, saya rasa targetnya bisa tercapai,” ujarnya.

Meski PAD perparkiran di Cimahi terus mengalami peningkatan namun, lanjut dia, masih ada kekurangan yang diakibatkan oleh area lose parkir lantaran, masih minim pengawasan dan pengelolaan.

“Secara PAD kita sudah cukup meningkat tapi, dalam hal pengawasan perlu ditingkatkan lagi,” tuturnya.

Dengan pembahasan baru tentang Perda perparkiran yang baru, kata dia, diharapkan potensi dan managemen parkir di Kota Cimahi terus meningkat.

“Rancangan perda harus bisa memaksimalkan pendapatan,” tandasnya. Sementara itu, Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Cimahi, Edi Kanedi, mengatakan, untuk meningkatkan PAD dari retribusi parkir di Kota Cimahi sebenarnya cukup berpeluang meskipun, terkendala dengan keterbatasan lahan.

Dishub, selaku pihak terkait sebetulnya bisa menggali sejumlah potensi parkir di Cimahi. Ia pun mencontohkan, Pemkot Cimahi bisa memanfaatkan off street walaupun bentuknya retribusi.

“Untuk penyediaan lahan dan pengelolaannya, nanti bisa dikerjasamakan dengan pihak ke tiga,” kata Edi, di Gedung DPRD Kota Cimahi, Jalan Djulaeha karmita, Selasa (20/2/18).

Menurut dia, kecilnya nilai pendapatan daerah dari retribusi parkir karena, banyak potensi parkir yang penelolaanya belum dikelola dengan baik. Ia pun tidak menampik jika, keterbatasan lahan menjadi salah satu kesulitan dalam penataan.

“Sehingga banyak potensi parkir yang los kontrol dan berakibat tidak masuknya retribusi ke pemerintah,” pungkasnya.

(RBD/gat/pojokjabar)


loading...

Feeds