Disdukcapil Kota Bandung Targetkan Perekaman E-KTP Selesai Maret

(Ilustrasi) perekaman data untuk KTP-el.

(Ilustrasi) perekaman data untuk KTP-el.


POJOKJABAR.com, BANDUNG – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) kota Bandung menargetkan perekaman KTP Elektronik akan selesai bulan Maret mendatang. Saat ini, jumlah yang sudah melakukan perekaman mencapai 1.706.746 penduduk.

Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Administrasi Kependudukan, Disdukcapil Kota Bandung, Wuryani mengatakan, jumlah penduduk yang sudah wajib KTP sebanyak total 1.764.083. Jumlah tersebut terdiri dari laki-laki sebanyak 884.289 dan perempuan 879.794.

“Sisanya tinggal 2 persen lagi dan akan selesai pada bulan Maret mendatang,” tegasnya, Selasa (30/1/18).

Dari Data Konsolidasi Bersih (DKB) Disdukcapil kota Bandung tahun 2017 semester 1, dari 30 Kecamatan yang ada di Kota Bandung, dengan jumlah total penduduk Kota Bandung sebanyak 2.404.589 orang, yakni diantaranya, laki-laki berjumlah 1.214.678 orang, perempuan 1.189.911 orang.

Yang sudah cetak berjumlah 1.612.414,” ujar Wuryani. Wuryani menuturkan Disdukcapil sudah berusaha memberikan pelayanan publik
dengan cara jemput bola serta beberapa kemudahan lainnya.

Seperti, Mobil Memberikan Pelayanan Keliling (Mepeling) yang sudah ditempatkan di empat titik Kecamatan Kota Bandung yakni Kec. Bandung Wetan, Kec. Regol, Kec. Cibiru dan Kec. Buah Batu.

“Semua dipermudah dan gratis,” terangnya. Di samping itu, Wuryani berkata bahwa pihaknya sudah mengimbau kepada 30 Kecamatan lainnya di Kota Bandung agar segera menyelesaikan perekeman e-KTP. Imbauan dilakukan dalam bentuk surat edaran.

“Kita lakukan kepada setiap kecamatan by name by addres lalu dilanjutkan ke kelurahan,” katanya.

Menurutnya, pada pekan lalu, pihaknya telah menyebar ke semua 30 Kecamatan di Kota Bandung agar mengimbau percepatan perekaman e-KTP tersebut. “Kita rapatkan disitu, untuk segera mempercepat perekaman e-KTP ini,” ujarnya.

Sejumlah kendala yang ditemui di lapangan terutama memang soal peralatan. Menurutnya, beberapa perlengkapan mulai dari alat perekaman iris mata untuk mendeteksi kornea seseorang, kamera, laptop, dan pendeteksi sidik jari seharusnya dijamin memadai dan mencukupi.

“Kita cetak 2.000 e-KTP per hari, kadang alatnya error dan menghambat proses percetakan,” tuturnya.Belum lagi masalah jaringan yang terkadang server pusat Disdukcapil sulit untuk diakses.

“Bayangkan seluruh Disdukcapil di daerah lainnya mengakses database pusat dalam waktu yang sama,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang harusnya dibutuhkan tenaga yangsangat banyak dalam hal ini. Ia mengatakan, untuk percetakan yang kadang bermasalah ini, masyarakat diminta untuk sabar.

“Pasti akan kita cetak kok, kalaupun belum dicetak, tinggal lapor saja ke kita, kita akan kasih surat keterangannya,” pungkasnya.

(RBD/cr1/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds