Angkutan Online di Kota Cimahi Harus Ikuti Aturan

MENUNGGU KEPASTIAN: Warga sedang menggunakan salah satu aplikasi angkutan online.

MENUNGGU KEPASTIAN: Warga sedang menggunakan salah satu aplikasi angkutan online.


POJOKJABAR.com, CIMAHI – Pihak penjual jasa Angkutan Online di Kota Cimahi, harus segera mengurus legalitas usahanya untuk bisa tetap beroperasi.

Sebab, telah ditetapkan oleh Dinas Perhubungan Jawa Barat (Dishub Jabar) bahwa, Cimahi hanya mendapatkan kuota sebanyak 476 unit. Penerapan aturan bakal berlaku mulai 1 Februari 2018.

Penetapan jumlah kuota tersebut, sesuai Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Keputusan Gubernur Nomor 550/Kpe.1064-Dishub/2017 tentang penetapan wilayah operasi dan rencana kebutuhan angkutan sewa khusus di daerah Jawa Barat. Dishub Jawa Barat memberikan kuota taksi online untuk wilayah Kota Cimahi sebanyak 476 unit.

Kepala Seksi Angkutan Dishub Kota Cimahi Ranto Sitanggang, mengatakan, mekanisme perizinan taksi online harus diajukan oleh badan hukum ke Dishub daerah sesuai domisili untuk mendapat rekomendasi untuk mengajukan ijin operasional yang diterbitkan Pemprov Jabar.

“Jadi, tanpa rekomendasi dishub kabupaten atau kota, izin operasional dari Pemprov Jabar tidak akan keluar. Mau tidak mau harus mengikuti aturan tersebut,” terang Ranto, minggu (14/1/18).

Selain itu, lanjut dia, kendaraannya pun harus melakukan uji KIR sesuai daerah domisili. Pengendaranya juga harus mengantongi SIM A Umum, bukan SIM A pribadi.

Aturan mengikat tersebut berlaku 1 Februari 2018, sesuai masa tenggang yang tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 108 Tahun 2017 yaitu 3 bulan terhitung sejak November 2017-Akhir Januari 2018.

Masa tenggang diberikan kepada pemerintah daerah dan penyedia jasa layanan taksi online untuk mengurus dan mempersiapkan. Mulai 1 Februari 2018.

“Kalau ada yang beroperasi tanpa izin, itu jelas ilegal sehingga bisa dikenakan sanksi sesuai UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan,” jelasnya.

Dengan penetapan kuota dari Dinas Perhubungan Jabar yang sudah final tersebut otomatis, menjadi aturan tertulis. dengan begitu, Dishub Kota Cimahi akan patuh terhadap aturan tersebut.

“Kalau mau usaha dengan tenang, alangkah baiknya semua pihak dari angkutan online memahami aturan dan bisa menjalankannya dengan baik. Rekomendasi dan izin operasional akan terbit jika kuota masih terbuka,” pungkasnya.

(RBD/gat/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds