PKL di Kawasan Alun-alun Cicendo Bandung Kini Dapat Kios

Pedagang di alun-alun Cicendo. Foto: Mur

Pedagang di alun-alun Cicendo. Foto: Mur

Cari Aman

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan sekitar Alun-alun Cicendo kini naik kelas. Mereka sudah enggan disebut PKL pasca relokasi dari badan jalan ke kios-kios yang terletak di dalam Alun-alun Cicendo, Rabu (10/1/18) lalu.

“Mereka sekarang sudah tidak mau dipanggil PKL, maunya dipanggil pedagang jongkok karena masingmasing sudah memiliki kios,” ujar Camat Cicendo,Fajar Kurniawan, Jumát (12/01/2018).

Setelah pembangunan rampung dan diresmikan pada malam tahun baru 2018 lalu oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, para PKL pun kembali boleh berjualan di alun-alun dengan tempat yang sudah ditata dengan jauh lebih baik. Kini sebanyak 69 pedagang itu telah memiliki kios untuk berjualan.

Fajar mengungkapkan, para pedagang menyambut baik segala proses penataan. Mulai dari pembongkaran kios hingga pemindahan ke lokasi baru berjalan sangat lancar dan bisa berlangsung dalam waktu 3 jam saja.

“Ini mungkin penertiban tersingkat yang pernah ada. Dari mulai membongkar sampai memindahkan, sampai bersih tidak ada sampahsampah,” jelas Fajar.

Fajar mengapresiasi para pedagang. Pasalnya, selama kurang lebih 25 tahun PKL di wilayah tersebut belum pernah ditertibkan. Kini, para pedagang justru dengan sukarela mau pindah dari lokasi berjualan sebelumnya.

“Kata kuncinya dengan kebersamaan dan komunikasi. Jadi kami kompak karena menginginkan hal yang sama. Para pedagang kan asalnya PKL jadi punya jongko,” tuturnya.

Para pedagang yang sebagian besar menjual beragam produk besi dan sparepart kendaraan itu kini menghuni kios-kios milik pemerintah kota. Ke depannya, para pedagang menyewa kios tersebut tiap bulan dengan biaya yang terjangkau.

Soal pemeliharaan kios, para pedagang telah bersedia untuk menjaga kebersihan dan kerapian kios mereka masing-masing. Salah satu pedagang kelontong penerima fasilitas yang disediakan Pemerintah Kota Bandung, Ida (47) mengaku, sangat senang.

Apalagi kios yang ditempati saat ini lebih tertata baik. Sehingga ia merasa lebih nyaman saat mencari nafkah untuk keluarganya.

“Alhamdulillah Pemkot sudah memberikan tempat yang ditata senyaman ini. Saya dan pedagang yang lain bisa mencari nafkah dengan nyaman. Prosesnya juga terhitung cepat,” ujarnya.

Hal itu pun diungkapkan pedagang lain, Firman (21). Baginya, pindah ke kios yang lebih baik merupakan berkah bagi keluarganya. Pedagang dinamo mobil ini berharap Pemerintah Kota Bandung bisa menyediakan lebih banyak tempat seperti ini sehingga lebih banyak pedagang yang merasakan kemudahan dalam berjualan.

“Tempat baru, semoga jadi barokah bagi saya dan keluarga berjualan. Saya diajak orang tua berjualan di sini. Semoga ramai dan memberikan banyak kemudahan bagi saya dan pembeli. Tempat yang nyaman, Insya Allah membuat pembeli merasa nyaman saat mencari barang,” tuturnya.

(RBD/jar/pojokjabar)


loading...

Feeds

LGBT

Cianjur Perlu Perda LGBT

Mazolat berharap, pekerjaan rumah yang tak mudah ini membutuhkan kerjasama dari masyarakat dan pemkab Cianjur.