Polda Jabar Jamin Tes Kesehatan di RSHS Bandung Kondusif

RSHS Bandung

RSHS Bandung

Cari Aman

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, memastikan pemeriksaan kesehatan di RSHS Bandung untuk pasangan bakal calon (balon) Kepala Daerah di Jabar bakal berlangsung kondusif.

Pasalnya, sejumlah pemeriksaan sarana dan prasaranan di 14 ruangan dinyatakan telah memadai. Agung mengatakan, pihaknya sudah mengecek segala kesiapan untuk pemeriksaan kesehatan para balon Kepala Daerah yang bakal menajdi kandidat di Pilkada serentak, Kamis (11/1), (hari ini,red).

“Kami apresiasi kesiapan RSHS dalam persiapan pemeriksaan kesehatan,” ucap Agung usai melakukan pengecekan ruangan di RSHS Bandung, Rabu (10/1/18).

Agung menyatakan, pihaknya sudah menyiapkan skema pengamanan saat pengecekan kesehatan balon Kepala Daerah. “Kami sudah kerahkan personel di beberap titik untuk menjaga situasi agar kondusif,” terangnya.

Agung melanjutkan, personel yang bakal diterjunkan di RSHS dinilai mencukupi untuk menjaga lokasi agar kondusif. Pasalnya, pemeriksaan kesehatan untuk kepala daerah yang jumlahnya mencapai ratusan itu dinilai sangat penting.

“Jumlah personel pengamanan disesuaikan dengan kebutuhan,” terangnya. Agung menegaskan, saat pemeriksaan kesehatan berlangsung tim dokter RSHS bakal bekerja sesuai dengan profesionalismenya sesuai dengan hasil yang bisa dipertanggung jawabkan.

“Kami berharap pengecekan kesehatan besok setiap calon datang sendiri karena nanti ada pendamping khusus di RSHS,” terangnya. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama (Dirut) RSHS Bandung, dr Nuki Nursyamsi menambahkan, pemeriksaan kesehatan setiap bakal calon kepala daerah meliputi tiga hal.

Pertama, pemeriksaan kesehatan umum oleh dokter RSHS dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jabar. Kedua, pemeriksaan soal narkotika dan psikotoprika oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jabar. Ketiga, pemeriksaan kejiwaan atau mental oleh Himpunan Psikologi Indonesia.

“Besok semua calon kepala daerah berkumpul di sini untuk mendapat penjelasan secara umum,” tutur Nuki.

Setelah itu, sambung Nuki, pemeriksaan kesehatan umum melibatkan sekitar 130 dokter yang terdiri dari dokter spesialis dan tenaga medis lainnya. Pemeriksaan kesehatan meliputi ?penyakit dalam. Misalnya, pemeriksaan, gigi, jantung, radiologi, paru-paru, saluran cerna, neurologi, kesehatan jiwa, THT, mata, persendian hingga pemeriksaan patokologi klinik.

“Pemeriksaan dilakukan pukul 07.00 WIB. Pemeriksaan kesehatan dilakukan hingga 15 Januari. Pada 16 Januari IDI Jabar akan mengumumkan hasilnya,” ungkapnya.

“Kami berharap setiap paslon yang jumlahnya mencapai 120 orang tidak membawa massa,” pungkasnya.

(RBD/nda/pojokjabar)


loading...

Feeds

LGBT

Cianjur Perlu Perda LGBT

Mazolat berharap, pekerjaan rumah yang tak mudah ini membutuhkan kerjasama dari masyarakat dan pemkab Cianjur.