10 Tahun, Warga Melong Cimahi Dihantui Banjir

Air menggenangi pemukiman warga di Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan. Dok

Air menggenangi pemukiman warga di Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan. Dok


POJOKJABAR.com, CIMAHI – Sejak dua hari lalu (Minggu 31/12/2017) Kota Cimahi diguyur hujan yang cukup deras. Meski tidak menimbulkan banjir, namun hujan yang turun sekitar pukul 15.00 Wib itu, merupakan suatu peringatan bagi warga di Kelurahan Melong kecamatan Cimahi Selatan untuk, tetap waspada terhadap banjir bandang yang sudah sejak lama menghantui wilayah tersebut.

Salah seorang warga Melong, Mansur (43), mengatakan jika memasuki musim hujan ia dan warga lainya selalu merasa was-was karena, wilayahnya selalu disergap banjir. Bahkan apabila hujan deras, luapan air bisa masuk hingga kedalam rumah.

“Kalau sudah musim hujan, pasti warga disini (kelurahan Melong) kerepotan,” ujarnya.

Warga lainya, Aldi Nurohman (27) mengaku, meskipun rumahnya tidak terkena banjir, namun jika wilayahnya sudah tergenang banjir, maka ia pun tidak bisa keluar atau pulang ke rumah karena, air tersebut sudah mengepung sejumlah akses jalan menuju rumahnya.

“Jadi menghambat juga kalau mau beraktifitas. Harus nunggu airnya surut dulu,” ucapnya.

Kendati demikian, ia berharap kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi agar, permasalahan banjir di kawasan Melong bisa segera diselesaikan. Terlebih, sudah lebih dari 10 tahun banjir menerpa salah satu wilayah yang termasuk padat penduduk dan juga kawasan industri.

“Tentunya yang berharap Melong bebas banjir ini bukan saya saja, tapi seluruh warga Cimahi juga harapanya sama,” tuturnya.

Menanggapi keluhan warganya, Walikota Cimahi Ajay M Priatna, mengatakan, sejauh ini Pemkot Cimahi sedang berupaya untuk menyelesaikan masalah banjir di wilayah Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan.

Akan tetapi, penanganan banjir dikawasan Melong tersebut, perlu kerjasama antar daerah. Sebab wilayah kelurahan Melong tidak seluruhnya kewenangan Pemkot Cimahi. Daerah yang bertanggungjawab pada permasalahan banjir Melong itu adalah, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.

“Kami akan terus berkomunikasi dengan kedua daerah itu. Karena ini adalah kepentingan bersama,” kata Ajay, senin (01/01/2018).

Pada tahun 2018 ini, lanjut Ajay, pihaknya menyiapkan anggaran sebesar Rp 60 miliar untuk penyelesaiannya. Tinggal, bagaimana caranya melakukan koordinasi yang baik dengan daerah yang mempunyai kewenangan.

“Kami targetkan tahun 2019 sudah selesai. Maka, kami harapkan kerjasamanya baik masyarakat hingga tingkat pemerintahan daerah,” ujarnya.

Ajay menambahkan, salah pada penyelesaian banjir Melong itu yakni, akan disiapkan alternatif mandiri dengan membuat Cekungan penampungan air (Embung).

“Nanti embung itu digunakan untuk mengatur dan menampung suplai aliran air. Agar genangan air bisa diminimalisir,” pungkasnya.

(RBD/gat/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds