Marak Penyakit Difteri, Lima Rumah Sakit di Cimahi dalam Pengawasan Dinkes

ILUSTRASI: Dinkes Kota Cimahi akan terus memantau dan memeriksa sejumlah rumah sakit (RS) yang ada di Cimahi. Ist

ILUSTRASI: Dinkes Kota Cimahi akan terus memantau dan memeriksa sejumlah rumah sakit (RS) yang ada di Cimahi. Ist


POJOKJABAR.com, CIMAHI – Lima rumah sakit di Cimahi jadi sasaran pemeriksaan kasus penyakit Difiteri. Seperti diketahui, penyakit tersebut sudah termasuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB).

Untuk itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi akan terus memantau dan memeriksa sejumlah rumah sakit (RS) yang ada di Cimahi. Adapaun RS yang menjadi sasaran pemeriksaan yaitu, RSUD Cibabat, RS Dustira, RS Mitra Kasih, RS Kasih Bunda, dan RS Avisena.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, drg. Pratiwi, mengatakan, meski kasus ini sedang marak terjadi di beberapa daerah, namun hingga saat ini ia mengklaim bahwa, di Cimahi belum ditemukan kasus serupa.

”Dari hasil pemeriksaan, alhamdulillah belum ada temuan kasus dan belum ada laporan kasus difteri di Cimahi,” kata Pratiwi.

Menurut dia, kasus Difteri yang menyerang dapat anak-anak dan orang dewasa sangat berbahaya sebab, jika tidak tertolong bisa mengakibatkan kematian. ”Bagi ibu rumah tangga yang memiliki bayi di bawah usia tiga tahun, dan usia lima tahun ke atas, bisa berkonsultasi mengenai bahaya dan pencegahan difteri ke puskesmas atau dokter,” katanya.

Dijelaskannya, bagi anak-anak, pencegahannya sendiri bisa dilakukan dengan melakukan imunisasi lengkap sesuai dengan jadwalnya di Puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Imunisasi lengkap itu meliputi DPT, DT, dan Td. Bayi usia 0-11 bulan mendapatkan imunisasi DPT, HB, dan Hib saat usia 2, 3, dan 4 bulan. Selanjutnya mendapatkan Booster atau imunisasi ulang pada usia 18 bulan.

Setelah itu anak akan melakukan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) saat kelas 1 (DT), kelas 2 (Td), kelas 3 atau kelas 5 (Td). Imunisasi ulang saat usia 10 tahun, termasuk orang dewasa. ”Imunisasi itu wajib dilakukan, sebagai daya tahan tubuh. Apabila status imunisasi belum lengkap, maka segera lakukan imunisasi di fasilitas kesehatan terdekat,” terangnya.

Sementara itu, Walikota Cimahi, Ajay M. Priatna, mendorong masyarakat untuk melakukan imunisasi bagi anak-anaknya, dan rutin memeriksakan kesehatan bagi dirinya, mengingat kasus difteri sedang marak terjadi.

(RBD/gat/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds