Umur Angkutan Umum di Kota Cimahi Hanya 15 Tahun

Ilustrasi

Ilustrasi


POJOKJABAR.com, CIMAHI – Batas maksimum usia angkutan umum kota (angkot) yang beroperasi di Cimahi hanya 15 tahun. Hal tersebut dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi agar menjaga armada dalam kondisi laik jalan.

Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi, Ranto Sitanggang mengatakan, aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Cimahi Nomor 4 Tahun 2017 tentang perubahan atas peraturan daerah Kota Cimahi Nomor 18 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Perhubungan.

“Peraturan itu bakal diberlakukan mulai tahun 2018 mendatang. Karena, belum semua pengusaha di bidang angkutan mengetahui aturan tersebut,” kata Ranto, jumát (8/12/17).

Dia menjelaskan, aturan tersebut berlaku baik untuk angkutan trayek lokal yang menjadi domain Dishub Kota Cimahi maupun angkutan perlintasan dan angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) yang berdomisili di Kota Cimahi.

Untuk kendaraan bus juga, masuk kedalam kategori pembatasan termasuk angkot AKDP jurusan khusus Leuwipanjang-Padalarang, St.Hall-Padalarang, Leuwipanjang-Cimahi, St.Hall-Cimahi.

“Meskipun yang menerbitkan izinnya Dishub Jabar, tapi rekomendasi diterbitkan oleh Dishub Cimahi bagi angkutan yang berdomisili STNK Kota Cimahi,” jelasnya.

Dilakukannya pembatasan usia angkutan umum, kata dia, selain untuk kenyamanan penumpang, juga menekan angka kecelakaan lalu lintas.

“Kalau dilihat dilapangan, banyak kondisi kendaraan seperti bus maupun angkot sudah tidak laik jalan namun tetap dipaksakan. Tentunya kami khawatir dengan kondisi kendaraan yang tidak laik jalan, akan timbul masalah laka lantas,” ungkapnya.

Diterbitkannya aturan baru tersebut, lanjut dia, diharapkan semua pihak yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan transportasi khususnya angkutan umum agar menaatinya.

Setiap kendaraan angkutan umum baik itu trayek lokal, AKDP maupun AKAP yang bersinggungan dengan Kota Cimahi, memerlukan rekomendasi dari Dishub Kota Cimahi, aturan mengenai pembatasan masa operasional angkutan berdasarkan Perda Kota Cimahi Nomor 4 Tahun 2017 akan dierapkan.

“Hal ini kita lakukan semata-mata untuk menciptakan angkutan yang aman, nyaman dan berkeselamatan bagi seluruh pengguna jalan,” pungkasnya.

(RBD/gat/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds

Rektor IPB Arif Satria dirawat di RS EMC Sentul Bogor

Rektor IPB Positif Covid-19 Lagi

Rektor institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria, terkonfirmasi positif Covid-19 kedua kalinya, usai sempat positif pada September 2020.