Akibat Cekcok di Medsos Pelajar SMP di Cimahi Ini Picu Tawuran

Sejumlah pelajar diamankan polisi setelah kedapatan melakukan tawuran. Gatot Poedji Utomo/RADAR BANDUNG

Sejumlah pelajar diamankan polisi setelah kedapatan melakukan tawuran. Gatot Poedji Utomo/RADAR BANDUNG


POJOKJABAR.com, CIMAHI – Puluhan anak sekolah tingkat menengah pertama terlibat tawuran di wilayah Cimahi Selatan, Selasa (28/11/17). Dalam peristiwa itu, Polsek Cimahi selatan telah mengamankan sebanyak 8 orang pelajar dan 6 orang yang bukan pelajar.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan sejumlah senjata yang digunakan untuk menyerang lawan diantaranya, tiga buah gear motor yang ditalikan dengan sabuk serta senjata tajam tumpul.

Dari informasi yang dihimpun sejumlah saksi, tawuran tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 Wib di jalan Mahar Martanegara. Diketahui, para siswa yang terlibat tawuran itu berasal dari SMPN 4 Padalarang dan MTs Nurul Falah Cimahi.

Kapolsek Cimahi, Kompol Rukun Iman, menyebutkan, motif para pelajar dari Padalarang yang datang ke Kota Cimahi yakni dalam perjalanan menuju ke Kawah Putih Ciwidey Kabupaten Bandung. Namun, kedatangan para pelajar SMPN 4 Padalarang itu sudah ada niatan untuk menyerang ke MTs Nurul Falah.

“Awalnya mereka cekcok di media sosial, kemudian mereka melakukan penyerangan,” kata Rukun Iman, di Mapolsek Cimahi Selatan, Jalan Mendut, Selasa (28/11/2017).

Dia melanjutkan, terkait siswa dari MTs Nurul Falah yang menjadi korban, dugaan sementara pelajar tersebut merupakan salah sasaran dari para pelajar lainnya. Sebab, lanjut dia, para pelajar yang melakukan penyerangan tidak mengetahui lokasi sekolah yang dituju.

“Akhirnya mereka menyerang siswa dari sekolah lain yang kebetulan melintas di hadapan pelaku penyerangan itu,” tuturnya.

Saat ini para pelajar yang terlibat penyerangan sedang dalam pemeriksaan lebih lanjut dan dilakukan pembinaan. Untuk selanjutnya, pihak kepolisian juga sudah menghubungi orangtua dan pihak sekolah yang bersangkutan.

“Kita sudah hubungi pihak keluarga dan sekolah. Untuk sementara mereka diamankan di Mapolsek,” pungkasnya.

(RBD/gat/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds

Rektor IPB Arif Satria dirawat di RS EMC Sentul Bogor

Rektor IPB Positif Covid-19 Lagi

Rektor institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria, terkonfirmasi positif Covid-19 kedua kalinya, usai sempat positif pada September 2020.