Krisis Air di Kab. Bandung, Warga Angkut Air di Situ Sipatahunan

jerigen air yang ditinggalkan warga di situ Sipatahunan untuk mengangkut air

jerigen air yang ditinggalkan warga di situ Sipatahunan untuk mengangkut air

Cari Aman

“Harus bersusah payah, paling tidak perjalanan ke Situ Sipatahunan dan kembali lagi kerumah memakan waktu 4 jam, karena antre,” terangnya.

Disinggung mengenai distribusi air bersih dari pihak setempat, Ubun mengatakan dirinya sama sekali belum pernah merasakan aliran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) seperti pemukiman lain pada umumnya. Ia pun berharap Pemerintah Kabupaten segera memperhatikan permasalahan kebutuhan warga ini.

“Pernah mengusulkan, akan tetapi belum ada tanggapan,” ujarnya.

Salaha seorang warga lainnya, Yayat Ruhyat (51) mengatakan untuk menyiasati kesulitan air bersih di Kampung Sipatahunan, ia memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari dengan cara menampung dari talang air pipa paralon. “Alternatif kedua menampung air hujan,” kata Yayat.

Yayat bercerita, ketika musim kemarau lalu. Ia bersama warga lainnya harus mengantre selama 6 jam untuk mendapatkan air bersih, dikarenakan volume air di Situ Sipatahunan mengalami penurunan volume cukup drastis.

“Kemarau lebih parah, dalam waktu 24 jam Situ Sipatahunan dipenuhi mereka yang mengambil air,”tandasnya.

(kim)

 


loading...

Feeds

DM Instagram

2 Pendiri Instagram Undurkan Diri

CO-Founder Facebook Inc Instagram, Kevin Systrom dan Mike Krieger mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatannya di perusahaan besar tersebut. Pada Senin, …