70 Persen Informasi di Media Sosial Hoax!

Ilustrasi

Ilustrasi


POJOKJABAR.com, BANDUNG – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) mengajak semua lapisan masyarakat tidak terlalu mempercayai pemberitaan di media sosial (medsos).

Pasalnya, hampir 70 persen informasi pemberitaan dikuasai oleh masyarakat untuk kepentingan penyebaran berita bohong (hoax).

Hal itu diungkapkan Sekretaris FKPT Jawa Barat, Gustiana Isya Marjani. Menurut dia, sebetulnya, medsos bisa digunakan sebagai media penyeimbang pemberitaan.

Namun, seiring berjalan waktu hal itu tidak relevan malah menjerumuskan kepada hal negatif dengan memposting informasi bohong.

“Banyak berita hoax bertebaran di medsos ini sangat bahaya,” ujarnya di Hotel Grand Asrilia, Jalan Pelajar Pejuang 45, Kota Bandung, Kamis (28/9/2017).

Gustiana menyebut, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk menangkal segala ancaman radikalisme, terorisme yang berakar dari informasi hoax di medsos melalui beberapa pendekatan. Misalnya, soft approach (pendekatan secara halus) dan hard approach (penindakan).

“Dalam beberapa kesempatan kami selalu berdiskusi, berdialog bersama publik. Atau, jika ditemukan adanya potensi radikalisme kami lakukan penangkapan untuk mencegah aksi radikal,” paparnya.

“Kami berkepentingan mengadakan literasi media bersimlat penyeimvang yg hoak dan kontrobatasi dan radikal dan terorisme,” sambung dia.

Ia mengimbau, kepada setiap lapisan masyarakat untuk selalu mengkroscek dan mencari kebenaran informasi tentang berita yang tersebar di medsos. Ia menyarankan, pembaca jangan ‘menelan’ secara mentah informasi yang didapat apalagi menyebarkan kembali.

“Kami sarankan baca dan cari tahu lagi satu berita melalui media maestream. Atau cari berita penyeimbang lainnya,” pungkasnya.

(arh)

Loading...

loading...

Feeds