Pendatang yang Tinggal di Bandung, Nanti Diharuskan Isi Biodata di Isampurasun.id

Ilustrasi

Ilustrasi


POJOKJABAR.com, BANDUNG – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung bakal memberlakukan penghimpunan basis data penduduk non permanen. Penghimpunan data penduduk berbasis online itu dapat diakses melalui aplikasi dalam jaringan (daring).

Kepala Bidang (Kabid) Pengelola Informasi Administrasi dan Kependudukan (Disdukcapil) Kota Bandung, Wuryani menuturkan, pendataan non permanen itu ditujukan untuk pendatang yang tinggal di Kota Bandung untuk bekerja, sekolah atau kuliah namun tidak mau menganti identitas (KTP).

“Maksimalnya 6 bulan tinggal di Bandung harus mengisi data diri secara online,” ucap Wuryani saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (27/7/2017).

Wuryani menuturkan, setiap pendatang yang tinggal di Kota Bandung harus mengisi biodata lengkap mulai dari nama, tanggal lahir, agama, status pekerjaan, alamat asal, hingga alamat diri atau alamat penjamin pendatang selama tinggal di Bandung. Pendatang juga wajib mengunggah foto diri, KTP elektronik, Kartu Keluarga.

“Namanya aplikasinya isampurasun.id. Setiap warga bisa mengakses melalui smartphone berbasis android. Data itu nantinya, terhubung ke kecamatan untuk diverifikasi melalui dukungan server induk Disdukcapil,” papar Wuryani.

Wuryani menyebut, pihaknya akan meminta sejumlah pengelola perguruan tinggi, perusahan (pabrik), apartemen untuk mewajibkan semua mahasiswa, pelajar, atau karyawan melakukan pendaftaran.

“Rencananya akan mulai berlaku pada Agustus 2017 bertepatan dengan soft-launching,” jelas dia.

Wuryani menegaskan, seandainya pendatang enggan mengikuti peraturan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tersebut, maka akan dikenakan sanksi denda administrasi sesuai dengan Peraturan daerah (Perda) nomor 4 tahun 2015.

“Ini wajib dilakukan pendatang yang ingin tinggal dibandung,” pungkasnya.

(arh)

Loading...

loading...

Feeds