Alhamdulillah… Wilayah Pemukiman Jawa Barat Sudah Terang 96 Persen

Ilustrasi Listrik.

Ilustrasi Listrik.

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Meskipun rasio elektrifikasi di Provinsi Jawa Barat (Jabar) belum terpenuhi 100 persen, Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi Jabar ternyata sudah memenuhi kuota rasio 96,8 persen dari cakupan wilayah Jabar sebagai salah satu ruang lingkup yang tertinggi di Indonesia, dan masih banyak warga di beberapa daerah Jabar yang belum menikmati aliran listrik.

Menurut Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jabar, Suargina mengaku hingga bulan Desember tahun 2016 rasio elektrifikasi di Jawa Barat tercatat sudah mencapai 96,8 persen, sisanya masih ada sekitar 3,2 persen lagi dari jumlah seluruh rumah tangga yang saat ini masih belum menikmati akses listrik.

Dalam hal ini, sambung Sugiana, PLN bekerjasama dengan pemerintah bahu membahu untuk mewujudkan target ‘Jabar Caang’ di tahun 2018. Pembangunan infrastruktur kelistrikan ini terus ditingkatkan karena target pencapaian Jabar Caang kurang dari dua tahun lagi.

“Untuk realisasi Program Listrik Pedesaan Distribusi Jawa Barat pada 2016, saat ini mencapai 243 desa /perkampungan. Total gardu yang dipasang, ada 116 buah gardu serta total daya tersambung mencapai 7.700 kVA.  Sementara panjang jaringan tegangan menengah (JTM) yang berhasil dibangun sepanjang 87,69 kms, dan panjang jaringan tegangan rendah sepanjang 375,94 kms. Total anggaran yang terserap untuk membangun gardu dan jaringan listrik dalam Program Listrik Pedesaan pada 2016 mencapai Rp 70,9 miliar,” terangnya.

Dikatakan Suargina, wilayah kabupaten/kota yang menjadi prioritas PLN dalam mencapai Jabar Caang ini antara lain Pangandaran, Tasikmalaya, Garut, Indramayu, Cianjur, Majalengka, Sukabumi serta sebagian kecil wilayah di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.

Untuk daerah dengan rasio elektrifikasi terendah, kata dia, antara lain Pangandaran, Garut dan Tasikmalaya. Di wilayah Garut sendiri pada tahun 2016 tercatat 28 desa dari 16 kecamatan berhasil dialiri listrik dengan penambahan konsumen sebesar 1.482 pelanggan.

Diakui Sugiana, salah satu kendala terbesar yang ditemui di lapangan dalam mewujudkan Jabar Caang ini antara lain, akses yang sulit dijangkau. Sehingga, mengakibatkan distribusi sejumlah material instalasi kelistrikan seperti tiang beton, gulungan kabel dan trafo listrik menjadi terhambat dan memakan waktu yang lebih lama.

Selain itu, kata dia, pemasangan tiang beton juga terkendala oleh cuaca hujan yang seringkali melanda wilayah-wilayah pedesaan yang akan dialiri listrik. Bahkan, terkadang akses jalan (infrastruktur) baru bisa dilalui tiga pekan setelah hujan mereda.

Suargina berharap, masyarakat di wilayah yang masih belum mendapatkan akses listrik dapat mengajukan permohonan dengan menghubungi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral setempat atau pun otoritas pemerintah yang membidangi energi listrik di daerah tersebut. Kemudian, permohonannya disampaikan kepada PLN.

“Nanti, kami akan melakukan pengkajian untuk pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayahnya,” katanya. (peh)

 

loading...

Feeds

Sayana Apartment

Pembangunan Sayana Apartments Dimulai

DAMAI Putra Group (DPG) dan Nishitetsu Group bekerjasama dalam proyek Sayana Apartments. Hal ini disampaikan oleh Managing Director DPG, Widiastuti …