Warga Cimahi Tuntut Penggantian Lapangan Krida

Suasana audiensi antara forum silaturahmi masyarakat utama dengan pemerintah kota cimahi di gedung DPRD Kota Cimahi, Jalan Djulaeha Karmita

Suasana audiensi antara forum silaturahmi masyarakat utama dengan pemerintah kota cimahi di gedung DPRD Kota Cimahi, Jalan Djulaeha Karmita

POJOKJABAR.com, CIMAHI – Sejumlah warga yang mengatasnamakan Forum Silaturahmi Masyarakat Utama melakukan audiensi ke Kantor DPRD Kota Cimahi, Jumat (10/2). Dalam audiensi tersebut, mereka menuntut Pemerintah Kota Cimahi segera merealisasikan fasilitas publik pengganti, setelah lapangan Krida yang berada di Jalan Baros, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan dibangun menjadi Technopark.

Salah seorang perwakilan forum, Eva Yohana mengatakan, tuntutan warga adalah Pemerintah Kota Cimahi membeli lahan bekas pabrik Sumber Baja yang tak jauh dari lokasi Technopark berdiri, untuk bisa dimanfaatkan warga kelurahan Utama yang sebelumnya menggunakan Lapangan Krida sebagai fasilitas umum.

“Kami tidak serta merta langsung menuntut. Penggantian lapangan itu sudah janji pemerintah. Tempatnya tidak jauh dari lapangan Krida, yaitu di RW 2 kelurahan Utama, lahan bekas pabrik Sumber Baja,” terangnya.

Disinggung mengenai Lapangan Poral di Leuwi Gajah yang sebelumnya diperuntukan sebagai pengganti lapangan Krida, Eva menilai lokasinya terlalu jauh bagi warga kelurahan Utama.

“Masa anak SD atau warga yang mau menggunakan lapangan harus ke Leuwi Gajah dulu? Lagipula, janji Pemkot pada tanggal 21 Maret 2016 kan bukan di sana, tapi di lahan bekas pabrik Sumber Baja,” ujarnya.

Terkait tuntutan pembebasan lahan bekas pabrik Sumber Baja, Eva menjelaskan, saat ini, lahan tersebut dikelola oleh lembaga bernama DAPENMA PAMSI dengan status hak guna bangunan (HGB). Namun, status itu sudah habis masanya pada tahun 2004.

loading...

Feeds