Pembangunan Jalan Purabaya-Jati-Saguling di Kabupaten Bandung Masuk Ronde Tiga

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, KABUPATEN BANDUNG – Mangkrak lebih dari dua tahun, pengerjaan Jalan Purabaya-Jati-Saguling kini memasuki tahun ketiga. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat kembali meneruskan kembali pengerjaan jalan sepanjang 13 kilometer ini dengan nilai anggaran Rp. 4,2 miliar.

Seperti diketahui, pembangunan jalan Purabaya-Jati-Saguling pertama kali dikerjakan pada tahun 2015 lalu oleh kontraktor PT Imemba yang hanya mencapai 20 %. Pengerjaan
dilanjutkan pada tahun 2016 yang dikerjakan oleh kontraktor PT Karya Multi Anugrah yang mencapai 67 %. Sisa pembangunan jalan akan dilanjutkan di tahun ini dengan
melakukan tender ulang.

Kepala Bidang Pembangunan Jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bandung Barat, Muhammad Ridwan mengungkapkan, sisa pengerjaan jalan
Purabaya-Jati-Saguling tinggal 5 kilometer dari total panjang 13 kilometer.

“Yang tersisa itu hanya tinggal 5 kilometer lagi. Sepanjang 3 kilometer di Desa Cikande dan 2 kilometer di Desa Cipangeran. Kebutuhan untuk menuntaskan 5 kilometer
itu, bisa mencapai Rp12 miliar. Tapi, kita gunakan dulu anggaran murni 2017 yang tersedia sebanyak Rp4,2 miliar,” kata Ridwan kepada wartawan di Ngamprah, Rabu (8/2).

Menurut Ridwan, target pengerjaan Purabaya-Jati-Saguling dapat dituntaskan di tahun ini. Namun, dirinya akan melihat kemampuan anggaran yang dialokasikan. Sebab,
pembangunan jalan tersebut merupakan harapan seluruh masyarakat di Saguling.

“Sebetulnya kami ingin menyelesaikan tahun ini. Tapi, karena anggaran terbatas, maka pembangunan dilakukan secara bertahap. Kalaupun nanti dianggarkan diperubahan
2017, tidak akan terkejar oleh waktu, maka solusi terbaik proyek ini kemungkinan bisa dilanjutkan dianggaran murni 2018,” ungkapnya.

Selain pembangunan jalan, kata dia, perbaikan saluran air dan penyusunan TPT (tembok penahan tanah) menjadi hal penting yang harus dikerjakan. Sehingga air tidak
langsung masuk ke badan jalan yang bisa merusak kualitas jalan.

“Kita tidak hanya fokus pada pembangunan jalan, tapi kita perhatikan juga soal saluran airnya. Apalagi kendala pembangunan jalan itu ketika hujan turun, maka saluran
air harus benar-benar aman. Sejauh ini saluran air sudah aman,” terangnya.

Ridwan menambahkan, saat ini pihaknya juga akan melakukan tender ulang bagi pengerjaan proyek Purabaya-Jati-Saguling. Ditargetkan tender sudah dimulai pada April 2017
sehingga pengerjaan bisa lebih cepat dan memiliki waktu yang cukup lama hingga akhir tahun. Seperti tahun 2016 lalu, kata dia, kendalanya soal waktu yang sempit yakni
pengerjaan dilakukan di akhir September dengan kondisi cuaca yang tidak mendukung.

“Tahun lalu itu dianggarkan Rp16 miliar, namun hanya terserap Rp11 miliar atau mencapai 67 %, makanya kita langsung putus kontrak dan akan melakukan tender ulang di
tahun ini,” tandasnya. (rmo)

 

loading...

Feeds