Napi Bebas Keluyuran, Kalapas Sukamiskin Bandung Siap Mundur

Sejumlah warga binaan Lapas Sukamiskin selfie usai salat. Kabar danya binaan Sukamiskin keluyuran menyeret kalapas dan stafnya diperiksa Kemenkum Ham.

Sejumlah warga binaan Lapas Sukamiskin selfie usai salat. Kabar danya binaan Sukamiskin keluyuran menyeret kalapas dan stafnya diperiksa Kemenkum Ham.

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Kabar adanya napi Sukamiskin yang bebas keluyuran terus bergulir kencang. Isu ini membuat posisi Kepala Lapas para koruptor itu, Dedi Handoko diujung tanduk. Sebagian besar aparat nya pun digarap Kementerian Hukum dan Ham.

Kepala Lembaga Pemasyarakat Klas 1 Sukamiskin Bandung, Dedi Handoko menyatakan siap dicopot jika terbukti terdapat penyalahgunaan wewenang atas temuan plesiran narapidana dengan mudah dalam sebuah pemberitaan.

“Kami pada prinsipnya tergantung pimpinan. Saya sebagai anggota tergantung saja. Tapi siap kalau memang benar (dicopot). Masa tolak,” ujar Dedi di Lapas Klas 1 Sukamiskin Kota Bandung Jawa Barat, Rabu (8/2/2017).

Dedi yang baru empat bulan ini menjabat Kepala Lapas Sukamiskin ini mengaku sudah berupaya memperketat perizinan keluar warga binaan. Namun, terkait izin keluar dengan alasan sakit, pihaknya masih mengalami kesulitan untuk meminimalisir potensi pengelabuan izin.

“Saya selaku manusia tidak bisa full terus jaga 24 jam. Saya juga ada kelemahan. Pembenahan memang terus dilakukan. Pengawasan di sini sekarang itu sudah serius,” katanya.

Sedangkan narapidana yang bebas plesiran, sebanyak delapan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin diperiksa. Mereka diperiksa oleh tim investigasi Kementerian Hukum dan Ham. “Para petugas ini yang mengawal napi keluar,” katanya.

Dedi mengatakan, narapidana yang bebas plesiran dengan menyalahgunakan izin keluar juga akan dimintai keterangan. “Kami juga akan memeriksa beberapa warga binaan yang diberitakan menyalahgunakan izin keluar,” kata Dedi.

loading...

Feeds