Putusan Pengadilan Negeri Bale Bandung Janggal, Miras Sitaan Malah Dikembalikan

miras (Ilustrasi)./Foto: Istimewa

miras (Ilustrasi)./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Penyitaan ribuan botol minuman keras (miras) berbagai merek oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bandung harus dikembalikan ke pemilik dua toko di Kecamatan Ciwidey. Hal ini karena berdasar putusan putusan Pengadilan Negeri Bale Bandung (PNBB) yang mengharuskan ribuan botol barang haram tersebut harus dikembalikan pada penjualnya.

Kasatpol PP Kabupaten Bandung, Usman Sayogi mengatakan, putusan pengadilan tersebut merupakan kejadian yang pertamakali terjadi di Kabupaten Bandung.

Miras yang telah disita pihaknya, harus dikembalikan kepada penjualnya atas perintah pengadilan. Padahal, biasanya, berbagai jenis miras dari mulai golongan A hingga C dengan kandungan alkohol dari 0 hingga 40 persen hasil sitaan itu harus dimusnahkan.

Ia mengatakan, sebanyak 11.002 botol miras itu hasil penggerebekan pihaknya pada 31 Januari 2017 di sebuah gudang di Desa/Kecamatan Ciwidey.

“Kami melakukan penyitaan berbagai jenis miras ini atas desakan dan keinginan masyarakat sekitar yang resah dengan keberadaan penjual miras tersebut. Kalau kami mengembalikan, bisa-bisa dianggap ada apa-apa dengan penjual miras ini. Jadi kami beratan untuk mengembalikan karena sudah jelas melanggar Perda Kabupaten Bandung Nomor 9 Tahun 2010,” kata Usman di Kantor Satpol PP Kabupaten Bandung, Soreang Selasa (7/2/2017).

Usman menerangkan, berdasarkan surat putusan pengadilan bernomor 3/pid.c/2017/PN.Blb itu terdakwa Trisnowati (61), mendapat pidana kurungan selama dua bulan, dengan masa percobaan selama tiga bulan.

Pengembalian barang sitaan, katanya, dinyatakan pengadilan karena terdakwa memiliki surat keterangan dari Unit Pelayanan Perdagangan pada Kementerian Perdagangan RI. Karenanya, pengadilan menyatakan pidana yang layak adalah pidana percobaan.

loading...

Feeds