Jauhkan Kampanye Hitam di Pilkada Cimahi 2017

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, CIMAHI – Jelang pencoblosan pada Pilkada Cimahi 15 Februari 2017, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Cimahi ingin kondusifitas tetap terjaga.

Salah satu upaya untuk tetap menjaga kondusifitas pada Pilkada Cimahi ini, yaitu hindari kampanye hitam. Sebab hal tersebut bakal menimbulkan suatu permasalahan yang efeknya tidak baik terhadap pesta demokrasi ini.

Ketua Panwaslu Kota Cimahi, Zaenal Abidin, mengimbau, kepada masing-masing tim kampanye dan pasangan calon Walikota serta Wakil Walikota-nya, lebih baik memberikan penjelasan tentang visi misi dan program prioritas yang dimiliki masing-masing pasangan calon (paslon) pada masyarakat.

“Sehingga akan lebih bermanfaat ketimbang menyebarkan isu-isu yang malah bisa memperkeruh suasana pilkada,” kata Zaenal, dikantor Panwaslu Cimahi, Jalan Cisangkan, Kota Cimahi, Senin (6/2).

Selain itu, pihaknya menginginkan, diwaktu jelang masa tenang yang hanya 6 hari lagi, masing-masing paslon dan tim kampanye lebih aktif lagi memberikan edukasi politik kepada masyarakat. Menurutnya, edukasi politik sangat berpengaruh atas kesuksesan Pilkada Cimahi.

“Dengan edukasi politik, maka masyarakat khususnya Cimahi akan lebih cerdas dalam memilih siapa yang pantas untuk menjadi pemimpin di Cimahi,” tuturnya.

Untuk mencapai kesuksesan dalam penyelenggaraan Pilkada sendiri, lanjut dia, seluruh elemen masyarakat diharapkan meningkatkan partisipasinya pada saat pemilihan nanti dengan menggunakan hak suaranya, sekaligus turut mengawasi apabila terjadi suatu pelanggaran dalam proses maupun tahapan Pilkada. “Demi kesuksesan Pilkada Cimahi, kami sangat mengharapkan peran serta masyarakat,” ujarnya.

Adapun untuk mencegah kampanye hitam, ia mengimbau, silahkan masyarakat memberikan laporan kepada Panwas bilamana ada suatu temuan di lapangan terkait kampanye hitam. Karena dengan personil Panwas yang terbatas, kemungkinan kampanye hitam itu bisa terjadi dimana saja.

“Tentunya kami mengharapkan partisipasi masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga kesuksesan Pilkada Cimahi,” ucapnya.

Untuk teknis pelaporannya, dia menjelaskan, setiap laporan itu harus memenuhi syarat formal dari Panwas yakni, mengisi formulir laporan, kemudian mengumpulkan barang bukti, lalu siapa pelaku dan saksinya. Namun, inti pada sarat formal tersebut harus dari pemilih dan jelas warga Cimahi.

“Ini sudah sesuai aturan, jadi tidak bisa sembarangan laporan kalau belum jelas perkaranya. Akan tetapi, segala bentuk laporan dari masyarakat atau pelapor, Panwas tetap akan menindak lanjutinya,” pungkasnya. (gat)

 

loading...

Feeds