Duh… APBD 2017 Kota Bandung Defisit Hingga Rp 216 Miliar

Walikota Bndung , Ridwan Kamil

Walikota Bndung , Ridwan Kamil


POJOKJABAR.com, BANDUNG
– Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017 Kota Bandung defisit Rp216 miliar. Defisit ini membuat syok pemerintah, karena nilainya yang cukup fantastis. Padahal, Pemprov telah menyuntikan dana perimbangan senilai Rp 22 miliar.

” Defisit ini, salah satunya karena target pajak yang tidak tercapai,” ujar Sekretaris Daerah ( Sekda) Kota Bandung Yossi Irianto, kepada wartawan, Senin (6/2).

Yossi mengakui, defisit sebesar ini baru terjadi di tahun ini. Terlebih baru diketahui setelah APBD dievaluasi oleh gubernur.

“Biasanya, defisit sudah bisa tertangani saat pembahasan TAPD, sebelum dievaluasi oleh gubernur. Sehingga bisa mudah diatasi,” tegasnya.

Seperti diketahui, realisasi ketercapaian pendapatan dari pajak 2016 Rp 1,720 triliun, atau 78 persen dari target Rp 2,186 triliun.

“Meski kita sudah mendapat dana perimbangan dari provinsi sebesar Rp22 miliar, tetap saja defisit,” tambahnya.

Karenanya, sebagai penyesuaian, Pemkot Bandung akan mengurangi bantuan untuk BUMD, seperti PD BPR dan PDAM. “Ini salah satu cara kami untuk mengurangi defisit,” tambahnya.

Meski APBD mengalami defisit dan hingga sekarang belum disahkan, namun Walikota Bandung Ridwan Kamil menjamin tidak akan berpengaruh kepada proses lelang.

“Ini (pembahasan APBD,red) kan akan selesai minggu sekarang. Jadi masih terhitung belum terlambat,” kata Ridwan Kamil.

Selain itu,lanjutnya, proses lelang tidak ada yang tertunda. “Proses lelang kan sudah selesai hanya SPK (surat perintah kerja,red) masih belum keluar,” katanya.

Belum diketuknya APBD lanjut Ridwan Kamil, salah satunya juga karena ada beberapa anggaran yang tereliminasi oleh sistem e-budgeting. Karenanya, harus ada penyesuaian lagi.

“Kan sistem e-budgeting beda, dengan sistem manual,” tegasnya.
Namun, Ridwan Kamil menjamin, tidak akan ada yang tertunda karena pembahasan ini. (mur)‎

loading...

Feeds