Berunjuk Rasa di Depan Gedung Sate, Ratusan Buruh Ini Tolak Tenaga Kerja Asing

Massa yang tergabung dalam Aliansi Buruh Jawa Barat menggelar aksi unjukrasa di depan Gedung Sate, Jln. Dipenogoro, Kota Bandung, Senin (6/2/2017).

Massa yang tergabung dalam Aliansi Buruh Jawa Barat menggelar aksi unjukrasa di depan Gedung Sate, Jln. Dipenogoro, Kota Bandung, Senin (6/2/2017).

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Ratusan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa di halaman depan Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (6/2/2017). Mereka menyatakan menolak masuknya tenaga kerja asing (TKA) karena khawatir mengancam para pekerja lokal.

Dalam aksinya, massa aksi membawa berbagai spanduk yang bertuliskan “Gubernur Sahkan UMSK 2017 Kabupaten/kota Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang,” kemudian “Hapuskan PP 78 tahun 2015,” dan “Tolak Tevisi UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,” selanjutnya “Tindak tegas mediator dan pengawasan yang tidak menjalankan tugas,” serta “Deportasi tenaga kerja asing illegal.”

Ketua Gaspermindo Jabar Azhar Hariman menuturkan, bahwa aksi ini digelar untuk meminta Tim Pengawasan Orang Asing (PORA) agar menindak tegas para pekerja asing yang dikhawatirkan mengambil alih pekerjaan para buruh.

“Kita sendiri masih membutuhkan lapangan pekerjaan. Tapi lapangan pekerjaan yang ada, di ambil oleh mereka (pekerja asing),” ucap Azkar disela-sela aksi, Senin (6/2/2017).

Dikatakan Azhar, dirinya menduga Tim PORA yang dibentuk pemerintah, tidak bekerja sepenuh hati dalam menindak TKA terutama pekerja ilegal.

Ia menyontohkan, Tim PORA sempat mendatangi salah satu perusahaan di Karawang yang disinyalir terdapat TKA. Namun dari sidak tersebut tidak menghasilkan apapun, dan berhenti usai adanya lobi dengan perusahaan.

“Sempat kami tunjukan, ngumpet di gudang tapi tidak mau mengejar dan itu sudah dilaporkan,” ujar dia.

loading...

Feeds