Ketua Terorist Jawa Barat Sebut Pilgub DKI Bagai Politik “Adu Domba” ala Belanda

Ketua Umum LSM Terima Rorongsokan Istimewa (Terorist) Jawa Barat, Tatan Sopian

Ketua Umum LSM Terima Rorongsokan Istimewa (Terorist) Jawa Barat, Tatan Sopian

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Menyikapi ranah politik Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, yang memanas, Ketua Umum LSM Terima Rorongsokan Istimewa (Terorist) Jawa Barat, Tatan Sopian angkat bicara.

Menurut Tatan tidak ada Komunis atau PKI, yang jelas titisan warisan dari Belanda, yang ada adalah politik Adu domba menurut lagu Rhoma Irama (De vide et impera), sampai orang-orang pintar dari mulai pejabat Pemerintah, Presiden, Kapolri, anggota DPR, Panglima dan Tokoh Agama, semua terkecoh oleh kaum marjinal.

Sedangkan tambah Tatan, beliau-beliau itu orang-orang pintar, hanya mereka tidak cerdas menyikapi kemelut dinegara ini, “Bahkan sampai kemanca negara hebohnya kemelut ini, seharusnya anda malu sebagai bangsawan, dan pelajari dulu histori ini sebelum melakukan kehebohan dimata dunia,” katanya, Minggu (5/2).

Bahkan Tatan merasa prihatin terhadap bangsa ini yang sudah merdeka selama 72 tahun, kehidupan bangsa ini masih tidak merata. “Saya sebagai kaum marjinal, sangat prihatin dan bangga ketika para pengurus negeri ini hanya memanfaatkan kaum marjinal sebagai roda penggerak kehidupan pribadi dirinya sendiri, yang artinya jangka pendek, jangka panjang dan jangka dapur,” ujar Tatan.

Tatan manambahkan kembali, padahal Tuhan YME lebih sayang kepada bangsa Indonesia dari pada bangsa lain,

“Contohnya negara kita adalah negara yang subur makmur dan lohjinawi dengan adanya laut, udara darat dan seisinya milik bangsa kita,” ujar dia.

Dan luar biasanya lagi semua aturan yang berlaku didalam negara kita ini dilandasi dengan Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila, yang isinya lima butir itu,”

Yang menyayangkan sekali bagi Tatan, kenapa aturan UUD 45 Pancasila tersebut tidak dijalankan dengan baik dan benar, maka akibatnya makar terjadi dimana-mana.

“Kalau menurut saya bila kita mengacu kepada UUD 45 Pancasila dan menjalankannya dengan benar, saya yakin demo-demo atau dugaan makar tidak akan pernah terjadi, karena Indonesia ini menganut paham UUD 45 dan Pancasila, berarti tidak ada UU lain di Indonesia ini, karena Indonesia ini milik dunia, hanya NKRInya dan kedaulatannya ada ditangan rakyat, dan hak penuhnya ditangan rakyat Indonesia dan bukan milik pejabat. (azm)

loading...

Feeds