Kota Bandung Sulit Lepaskan TPA Sarimukti

Para sopir truk saat sedang menunggu giliran membuang sampah di Sarimukti, Kecamatan CIpatat,

Para sopir truk saat sedang menunggu giliran membuang sampah di Sarimukti, Kecamatan CIpatat,


POJOKJABAR.com, BANDUNG – Kota Bandung masih menggantungkan TPA Sarimukti sebagai tempat pengolahan sampah hingga 2020. Hal ini dikarenakan, TPA Legok Nangka tak kunjung beroperasi dan belum memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Direktur Utama PD Kebersihan Kota Bandung Deni Nurdiana mengatakan, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Sarimukti masih menjadi pengolahan sampah untuk Kota Bandung hingga 2020.

“Sarimukti masih kita manfaatkan, karena memang tidak ada alternatif lain. Dengan Sarimukti kita perpanjang hingga 2020,” ujar Deni di Pendopo Jalan Dalem Kaum Kota Bandung, kemarin.

Ia mengtakan, alasan masih memanfaatkannya TPA sampah Sarimukti karena dua hal. Pertama adalah tak kunjung beroperasinya TPA Legok Nangka yang berada di kawasan Nagreg Kabupaten Bandung.

“Kedua, kita juga belum memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Gedebage,” ujarnya.

Deni menuturkan, Kota Bandung menjadi salah satu kota penyumbang sampah terbesar dari empat kabupaten/kota lainnya ke TPA sampah Sarimukti. Dalam satu hari volume sampah yang dihasilkan mencapai 1500 ton.

“1.500 ton per hari. Itu bisa menutup lapang Stadion GBLA setinggi satu meter. Kebayang kan kalau tidak diangkut, Bandung bisa menjadi lautan sampah,” tuturnya.

Dia menambahkan, TPA Legok Nangka besar kemungkinan baru bisa beroperasi dalam jangka waktu satu hingga dua tahun ke depan. Sementara PLTSa itu sendiri masih terkendala proses hukum antara PT BRILL dan KPPU.

Diketahui, draft kerjasama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dengan TPA sampah Sarimukti yang dikelola Badan Pengelola Sampah Regional (BPSR) Jawa Barat selesai hingga 2018. (nda)

Loading...

loading...

Feeds