Desa Sarimukti di Bandung Barat Ini Ajukan Kenaikan KDN ke Pemprov Jabar

Masyarakat terlihat sedang melewati truk sampah yang sedang mengantri di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, beberapa waktu lalu.

Masyarakat terlihat sedang melewati truk sampah yang sedang mengantri di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, beberapa waktu lalu.

POJOKJABAR.com, CIPATAT- Kantor Desa Sarimukti mengajukan kenaikan nilai Kompensasi Dampak Negatif (KDN) tahun 2017 kepada Pemprov Jabar terkait berakhirnya kontrak kerjasama keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Nilai KDN dari yang sebelumnya Rp 4.500 per ton menjadi Rp 7.500 per ton.

Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) yang akan memperpanjang kontrak pemanfaatan TPA Sarimukti hingga 2021, warga desa Sarimukti sebagian besar akan menyambut baik atas rencana tersebut.

Hal itu dikarenakan banyak dari warga yang telah menggantungkan hidupnya dari keberadaan TPA Sarimukti.

“Alhamdulillah kalau bicara warga Sarimukti justru sangat keberatan jika TPA Sarimukti ditinggalkan, kalau bisa dipertahankan, banyak yang mengadu ke kami, alasannya mereka kebanyakan sudah merasakan sisi ekonominya, memang ada yang pro dan kontra tapi banyak yang pro,” ungkap Kepala Desa Sarimukti, Didin Robana, Jumat (03/02/2017).

Didin mengungkapkan, dari 1700 KK di desa Sarimukti, ada sekitar 30 persennya  atau sekitar 200 KK yang telah merasakan keuntungan secara ekonomis atas keberadaan TPA Sarimukti. Pihaknya pun telah mengajukan ke Pemprov Jabar untuk menaikan nilai KDN 2017  dari yang semula Rp 4500 per ton menjadi Rp 7500 per ton.

“Warga yang memanfaatkan keberadaan TPA Sarimukti secara ekonomis ada sekitar 30 persennya atau sekitar 200 KK, warga bahkan ada yang sudah bisa berangkat haji dengan keberadaan TPA Sarimukti ini, jadi tidak ada masalah dengan keberadaan TPA ini,” terangnya

Kendati demikian, kata Didin, warga meminta untuk pengelolaan air resapan sampah agar lebih ditingkatkan lagi. Pasalnya, sejumlah warga ada yang mengeluhkan dampak air resapan dari TPA Sarimukti yang telah mencemari kali-kali kecil warga.

“Warga hanya meminta pengelolaan air buangan dari TPA, karena air resapan sampah ada yang mengalir ke kali kecil, jadi dari yang biasanya warga bisa mencuci atau memancing ikan di kali itu jadi tidak bisa, Insya Allah permasalahan itu akan kami perhatikan,” tandasnya. (rmo)

loading...

Feeds