Debat Calon Walikota dan Wakil Walikota Cimahi Kurang Greget

Calon Wakil Walikota Cimahi nomor urut satu, Achmad Zulkarnain memaparkan visi misi saat debat kandidat pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Cimahi , di Gedung Vidia Chandra, Jalan Sangkuriang, Kota Cimahi, Selasa (31/1/2017).

Calon Wakil Walikota Cimahi nomor urut satu, Achmad Zulkarnain memaparkan visi misi saat debat kandidat pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Cimahi , di Gedung Vidia Chandra, Jalan Sangkuriang, Kota Cimahi, Selasa (31/1/2017).

 

POJOKJABAR.com, CIMAHI – Sejumlah warga masih mempertanyakan hasil dari pelaksanaan debat terbuka calon Walikota dan Wakil Walikota Cimahi yang digelar di gedung Vidya Chandra Jalan Sangkuriang, Selasa malam (31/1/2017).

Salah seorang warga Cimahi Utara, Lucky (21), menilai bahwa debat terbuka itu belum mencapai klimaks. Terlebih dari visi misi maupun saat saling lempar pertanyaan dan jawaban, tidak seluruhnya tersampaikan, seakan debat itu seperti cerdas cermat.

“Saya masih belum paham dengan penjelasan maupun penajaman visi misi dari tiap paslon, isu yang dibahas terlalu lebar, sehingga pasangan calon kurang fokus dalam menyampaikan jawabannya,” ungkapnya.

Dirinya berharap, meski debat terbuka tersebut dianggap belum mencapai titik temu dan masih membingungkan, akan tetapi bukan berarti ia tidak antusias terhadap Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Cimahi 2017, apalagi waktu pemilihan sudah dekat.

“Masih ada waktu untuk menentukan pilihan. Demi kemajuan Cimahi saya akan menggunakan hak pilih pada 15 Februari mendatang,” katanya.

Senada dengan Lucky, warga Cimahi lainnya, Ferry Rizky (25), mengaku, masih belum tahu persis apa yang akan dilakukan para pasangan calon ini untuk kemajuan Cimahi. Pasalnya, sejak dari awal menyaksikan siaran langsung di televisi, acara debat tersebut kurang menarik dan terkesan datar.

“Ketiga paslon kurang greget, jadi kurang menarik,” singkat warga Cimahi tengah itu.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Firman Manan, mengatakan, hal tersebut dinilai wajar. Seharusnya didalam debat setiap paslon memunculkan jiwa kepemimpinannya.

“Dari tiga pasangan calon terasa kurang adanya elaborasi dalam membahas isu yang disampaikan. Sehingga wajar bila masyarakat akhirnya kurang mendapatkan manfaat dari debat tersebut,” katanya.

Dia melanjutkan, dalam debat yang dilakukan Selasa (31/1/2017) malam itu, tidak muncul apa yang menjadi  kebijakan-kebijakan konkrit ketika paslon memenangkan pilkada seperti, tata kelola pemerintahan,  birokrasi, maupun pelayanan publik serta pemberantasan KKN dan lainnya.

“Sangat disayangkan kebijakan itu tidak dimunculkan, padahal itu yang dibutuhkan masyarakat saat ini,” ungkapnya.

Dengan debat yang dilakukan ketiga pasangan calon tersebut, menurut dia, masih membingungkan para calon pemilih di Pilkada Cimahi kedepannya. Padahal seharusnya dari debat yang dilakukan akan meyakinkan pemilih yang belum menentukan sikap.

“Tentunya dengan debat seperti ini belum bisa menambah keyakinan bagi calon pemilih yang masih ragu-ragu. Maka diharapkan sosialisasi masing-masing paslon dimaksimalkan dengan memanfaatkan waktu yang masih ada,” pungkasnya. (gat)

 

loading...

Feeds