Hati-Hati… Pengabaian Anak Masuk dalam Kategori Kekerasan

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Yayasan Sayangi Tunas Cilik (YSTC) mitra Save the Children Indonesia mencatat, kekerasan pada anak di Indonesia sebagian besar bukan kekerasan fisik semata. Dari 1.376 kasus yang dilaporkan sepanjang 2016, sebanyak 67,8 persen merupakan kasus kekerasan anak yang diabaikan.

Kasus yang menyangkut anak diabaikan dapat dikenali seperti ditelantarkan, putus sekolah, tidak memiliki akte kelahiran bahkan anak ditempatkan di panti asuhan. Kemudian, hak anak tidak terpenuhi, seperti waktu bermain dibatasi atau jam belajar reguler anak yang terlalu padat.

“Semua itu sangat beresiko terhadap tumbuh kembang, karena menggangu psikologis anak,” ujar Direktur Kampanye dan Advokasi YSTC, Nyoman lswarayoga, kepada wartawan, Senin (30/1).

Nyoman melanjutkan, kasus pengabaian anak tersebut sesungguhnya masuk kategori bentuk kekerasan. Artinya, anak Indonesia saat ini sedang berhadapan dengan situasi krisis multi dimensi.

“Catatan dari sembilan Pusat Dukungan Anak dan Keluarga (PDAK) Jawa Barat, DI Yogyakarta, Lampung dan Nusa Tenggara Timur (NTT) membeberkan, hampir 50 persen kasus kekerasan anak adalah pengabaian, ini jangan dianggap sepele,” jelasnya.

Direktur Program Families First YSTC, Tata Sudrajat menambahkan, menanggapi kasus pengabaian anak pihakya sedang mengedepankan sistem pengasuhan untuk memastikan kedekatan anak dengan orang tua, kesejahteraan diri dan keselamatan anak serta status hukum anak.

loading...

Feeds