269 Tenaga Kerja Asing di Jawa Barat Deportasi

ilustrasi

ilustrasi

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Kementerian hukum dan ham  wilayah jawa barat terus melakukan pengawasan orang asing, hal tersebut terbukti sebanyak 269 TKA asalnegara  Jepang dan Korea selama 2016 telah di deportasi.

Kepala wilayah kemenhumham Jawa Barat Susy Susilawati mengatakan, untuk menegakkan hukum Kami memang melakukan intensitas peningkatan pelayanan pengawasan terhadap Tenaga Kerja Asing TKA yang tersebar di wilayah Jawa Barat, kata Susy Susilawati usai upacara  HUT IMigrasi yg ke 67 di kantor kanwil humham jabar Kamis,(26/1/2017).

Selain itu juga, kami melakukan berbagai dialog dan sosialisasi diantaranya dengan melakukan dialog  mahasiswa sebanyak 100 orang  dari fakultas hukum terkait dengan Tenaga Kerja Asing. kemudian juga kami memberikan pemahaman kepada 1400 pelajar SMK terkait dengan tenaga kerja asing yang supaya mereka bisa merebut sektor-sektor yang selama ini mungkin diisi oleh para lulusan SMK.

Dia menambahkan, kami juga melakukan Talk Show di salah satu media televisi selanjut nya juga bersama-sama dengan para kantor imigrasi sektor-sektor yang diperkirakan ada informasi dari masyarakat terkait keberadaan irang asing untuk segera melaporkan ke petugas imigrasi terdekat, ujar nya.

TKA  pada dasarnya menggunakan  izin visa kerja namun ijin  mereka tidak sesuai dengan ketentuan  administrasi dengan baik  sehingga mereka dideportasi. dan yang dideportasi selama ini  Sebanyak 269 orang dan untuk TKA yang dideportasi terbanyak  adalah Jepang dan Korea , tuturnya.

Susy menambahkan, banyaknya pemohon paspor  akhir ini , itu karena  dikaitkan dengan peningkatan ekonomi di Indonesia . Selain itu,  banyak nya keinginan untuk berlibur karena banyak promo dari travel untuk ke luar negeri sehingga permintaan pemohon paspor di jawa barat menjadi melonjak luar biasa hingga 25 persen . terutama  untuk umroh juga meningkat yang luar biasa jadi memang sepertinya ada kaitanya dengan peningkatan ekonomi di Indonesia .

Kendati demikian, upaya kami dengan penambahan jam kerja bagi staf imigrasi.  Selain itu pihaknya mengakui terkadang adanya  masalah sistem yang lambat seinggaterjadi gangguan pada  jaringan dan lain sebagainya dan memang itu di luar kemampuan kami tetapi itu selalu diinformasikan kepada masyarakat  untuk bersabar dan dimaklum, tutur Susy.(caca)

loading...

Feeds