Tim Saber Pungli Jangan Tumpul ke Atas dan Tajam ke Bawah

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, BANDUNG BARAT – Penangkapan aparatur Desa Giri Asih, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat yang melakukan pungli alias pungutan liar berbuntut panjang. Lembaga Kajian Kemasyarakatan dan Pemerintahan (LK2P) Kabupaten Bandung Barat protes atas penangkapan tersebut oleh tim saber pungli Polresta Cimahi beberapa waktu lalu.

Ketua Lembaga Kajian Kemasyarakatan dan Pemerintahan (LK2P) Kabupaten Bandung Barat Gunawan Rasyid mengatakan, pungutan tersebut tak seluruhnya salah karena dilakukan berdasarkan peraturan desa (Perdes).

“Selama hasilnya masuk kas desa pandangan saya itu sah, telepas ada tidak koordinasi dengan Pemkab Bandung Barat,” katanya.

Soal itu, kata Gunawan, sebaiknya tim saber pungli melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyrakat, mana kriteria pungli dan mana yang bukan.

“Lebih baik melakukan pencegahan dari pada langsung melakukan tindakan, agar masyarakat kecil memiliki pengetahuan yang cukup dan merasa terayomi,” sebutnya.

Gunawan meminta, tim saber pungli tidak tumpul ke atas tapi tajam ke bawah. Gunawan mencontohkon soal kasus pidana korupsi pembebasan lahan untuk perkantoran Pemkab Bandung Barat 2010 yang sudah ada tersangka dan dinyatakan ada kerugian negara.

“Saya mohon kasus tersebut bisa dibuka secara transparansi,” katanya.

Soal pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak hotel dan restoran di KBB, Gunawan mengusulkan tim saber pungli untuk melakukan penyelidikan antara realisasi target yang masuk kas daerah dengan realisasi tamu yang menginap di hotel, dan pengunjung yang belanja di restoran.

“Kemudian dalam proses pembuatan perizinan, apakah para pemohon memberikan retribusi sesuai peraturan daerah atau tidak, sehingga tim saber pungli bisa memastikan dua kegiatan itu tidak menyimpang,” tandasnya. (bwo)

loading...

Feeds