Badalohor Kreasi Indonesia Gelar Pagelaran Kabaret di Dago Tea House Bandung

Suasana jumpa pers Badalohor Kreasi Indonesia yang akan kembali menggelar pagelaran kabaret

Suasana jumpa pers Badalohor Kreasi Indonesia yang akan kembali menggelar pagelaran kabaret

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Badalohor Kreasi Indonesia akan kembali menggelar pagelaran kabaret berkonsep multidimensi di Taman Budaya, Dago Tea House, Kota Bandung, 26-29 Januari 2017. Mengusung cerita sejarah bertema pahlawan nasional asal Aceh, Panglima Besar Meulaboh, Teuku Johan, dipastikan memberi pesan moral dan nilai pendidikan terutama bagi pelajar untuk mengenal toko sejarah.

“Pentas kabaret berkonsep multidimensi itu menceritakan pertaruhan, pengorbanan, dan cerita pengkhianatan terhadap pahlawan yang disatupadu dalam sebuah pertunjukan spektakuler,” ucap Produser Inlander, Gerry Pratama, saat ditemui Radar Bandung, Senin (23/1/2017).

Gerry mengungkapkan, meski bertema soal perjuangan dan peperangan sosok pahlawan nasional, kabaret yang dipertunjukkan masih mempertahankan konsep dasar yakni unsur komedi namun, dikemas secara apik dengan kombinasi pertunjukan multimedia dan video mapping yang rapih.

“Pagelaran berdurasi 60 menit dan melibatkan 40 aktor dan aktris,” ujarnya.

Gerry mekanjutkan, pagelaran Inlander sendiri akan dimulai pada 26-29 Januari 2017, di Taman Budaya. Kata Gerry, dalam satu hari rencananya digelar empat kali pertunjukan, tiga diantaranya dipentaskan oleh pelajar dari 12 SMP dan SMA Kota Bandung yang mengikuti ekstrakulikuler teater.

“Agendanya akan mulai acara pada
Kamis pukul 11.00 WIB, Sabtu pukul 11.00 WIB dan 19.00 WIB sedangkan Minggu pukul 16.00 WIB,” jelasnya.

Gerry mengungkapkan, tujuan digelarnya kabaret dengan mengusung konsep sejarah diharapkan bisa menjadi pelopor untuk pembinaan dan pendidikan, terutama kalangan pelajar agar bisa mengenal tokoh pahlawan nasional.

“Kami ingin mengenalkan sejarah, legenda, budaya dan cerita dalam bentuk multidimensi sehingga penyampaian edukasi tidak monoton dan bosan,” terangnya.

“Kami juga tidak berkutat pada salah satu toko pahlawan dari daerah tertentu, ke depannya semua tokoh pahlawan akan kami tampilkan dalam pentas serupa,” tuturnya.

Windi Ruswandi Direcktor badalohor kreasi Indonesia, menambahkan, Inlander merupakan pertunjukan kabaret kolosal multidimensi yang berbeda dengan pagelaran sebelum-sebelumnya. Berlatar belakang budaya dan sejarah diharapkan bisa menambah wawasan dan pengetahuan soal sejarah.

“Sudah tiga kali kami menggelar pagelaran serupa, seperti Laskar Buleleng (2013), Siliwangi (2014) dan Ramayana (2015), sekarang, 2017 kami buat pertunjukan berjudul Inlander, semoga bisa sukses seperti sebelumnya. Jadi, bila mau melihat silahkan datang dulu saja,” pungkasnya.(arh)

loading...

Feeds