Proyek Insenerator di Kabupaten Bandung Barat Tersendat Lagi

Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) KBB PT Perdana Multiguna Sarana Edi Mukhlas

Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) KBB PT Perdana Multiguna Sarana Edi Mukhlas

POJOKJABAR.com, BANDUNG BARAT – Proyek pembangunan teknologi pengolahan sampah pembangkit listrik Insinerator di Kabupaten Bandung Barat yang semula direncanakan dimulai pada akhir Desember 2016 hingga kini belum ada kejelasan.

Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) KBB PT Perdana Multiguna Sarana, Edi Mukhlas mengungkapkan, bahwa pihaknya belum bisa memastikan waktu peletakan batu pertama proyek insinerator tersebut. Sesuai Jadwal, ground breaking seharusnya sudah berjalan pada 28 Desember 2016.

“Teknologi ini memang baru, sehingga masih dibutuhkan berbagai persiapan untuk menerapkannya di KBB,” ujar Edi kepada wartawan, Minggu (22/01/2017).

Berdasarkan indormasi yang dihimpun wartawan, BUMD KBB PT Multiguna Sarana ditunjuk pemerintah daerah untuk melaksanakan pembangunan insinerator. Rencananya, proyek tersebut bekerja sama dengan perusahaan konsorsium asal Korea Selatan, di antaranya Hwa Seong B & Tec.Co, Ltd.

Oktober lalu, jajaran Pemkab Bandung Barat bersama BUMD PT PMGS berkunjung langsung ke Korea Selatan, tepatnya di Kota Bucheon, Provinsi Gyonggi untuk memantau penarapan insinerator di sana. Hal itu ditindaklanjuti penandatanganan nota kesepahaman antara BUMD dan mitra bisnisnya, PT Haseba Energy dengan 5 perusahaan patungan di Korea untuk penerapan insinerator di KBB.

Edi M=menjelaskan, bahwa calon investor juga sudah memantau lokasi bakal pembangunan insinerator di KBB, yakni di TPA Sarimukti, Kecamatan Cipatat. “Hasilnya, memang Sarimukti layak untuk pembangunan insinerator,” katanya.

loading...

Feeds