Dituduh Pekerjakan Anak Dibawah Umur, Tajudin Harus Tidur Dibalik Sel Jeruji

POJOKJABAR.com, BANDUNG BARAT – Seorang penjual cobek, Tajudin,42, warga Kampung Pojok, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Bandung Barat harus merasakan dinginnya lantai di sel jeruji besi selama sembilan bulan. Dia dituduh mempekerjakan anak di bawah umur. Saat ini, dirinya baru merasakan udara bebas yang disambut istri.

Bermaksud ingin membebaskan Tajudin, Tarsa (62) mertuanya, malah kena tipu Rp 41,5 juta. Uang puluhan juta itu diserahkan kepada tiga orang yang memberikan jaminan pembebasan Tajudin.

Tarsa mengungkapkan, penipuan itu terjadi sekitar bulan Mei-Juni 2016, sebulan setelah Tajudin ditahan atas tuduhan mempekerjakan anak di bawah umur.

“Totalnya Rp 41,5 juta, sudah saya berikan kepada 3 orang itu. Namun, Tajudin tetap tidak bisa dibebaskan. Saya sudah kesal dan meminta pertanggungjawaban mereka. Namun, dari sekian uang yang saya berikan itu, baru kembali Rp 1 juta,” katanya, Jumat, 20 Januari 2017 di Kampung Pojok, Desa Jayamekar, Padalarang.

Menurut dia, seorang warga di Desa Jayamekar berinisial H meyakinkan dirinya untuk membebaskan Tajudin dengan syarat harus menyetor uang Rp 15,5 juta. Kemudian, Tarsa diperkenalkan H kepada warga Buahbatu berinisial A yang diklaim bisa membebaskan Tajudin yang juga meminta uang jaminan Rp 12 juta.

Tak sampai disitu, Tarsa kemudian diperkenalkan kepada An, warga Bogor yang juga diklaim bisa membebaskan Tajudin. Tarsa diminta uang Rp 14 juta untuk memastikan kebebasan Tajudin.

Tarsa juga sudah melaporkan penipuan itu ke Mapolsek Padalarang beberapa waktu lalu. Namun, polisi tidak menindaklanjutinya lantaran Tarsa tidak memiliki bukti berupa kwitansi.

loading...

Feeds