TPA Sampah Sarimukti di Bandung Barat Kembali Tersendat

Para sopir truk saat sedang menunggu giliran membuang sampah di Sarimukti, Kecamatan CIpatat,

Para sopir truk saat sedang menunggu giliran membuang sampah di Sarimukti, Kecamatan CIpatat,


POJOKJABAR.com, BANDUNG BARAT – Antrean truk pengangkut sampah menuju tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Sarimukti di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, kembali terjadi. Hal ini disebabkan hujan yang terus mengguyur sejak sepekan terakhir yang mengakibatkan jalan menuju TPA becek dan licin.

Kepala UPT Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat Apit Akhmad mengatakan, antrean truk pengangsampah terjadi sepanjang 1 km dari titik buang di TPA. Setiap hujan turun, menurut dia, akses jalan menuju TPA terhambat akibat becek.

“Untuk masuk TPA juga, truk harus masuk satu per satu. Sebab, lokasi TPA bercampur lumpur akibat hujan,” Jelas Apit kepada wartawan di Padalarang, kemarin.

Meski demikan, antrean truk pengangkut sampah menuju TPA Sarimukti kali ini tidak separah sebelumnya. Oktober tahun lalu, antrean menuju TPA mengular hingga 5 km dengan waktu tempuh 18 jam dari kondisi normal 3-4 jam dari lokasi pengangkutan sampah menuju TPA.

Apit mengungkapkan, antrean panjang saat itu memang terjadi akibat kerusakan alat berat di TPA. Selain itu, jalan pun becek akibat hujan yang terus menerus terjadi.

“Kalau sekarang, kendalanya hanya faktor cuaca. Jadi, tidak terlalu berpengaruh signjfikan terhadap ritase angkutan sampah,” katanya.

Setiap hari, lanjut dia, ada ribuan ton sampah yang diangkut ke TPA Sarimukti, terdiri atas 150 ton dari Bandung Barat, 200 ton dari Cimahi, dan 1.000 ton dari Kota Bandung. Beberapa bulan terakhir, ditambah sampah dari Kabupaten Bandung pascapenutupan TPA Babakan di Arjasari.

Meski demikian, jumlah itu belum mewakili produksi sampah per hari. Di KBB saja, armada pengangkut sampah hanya mampu mengangkut setengah dari volume sampah yang dihasilkan per hari.

Untuk mengatasi masalah sampah, dia menambahkan, dibutuhkan kerja sama semua pihak, tak hanya pemerintah daerah. Namun, juga pihak swasta dan masyarakat.

“Sebab, jika mengandalkan pemerintah, tidak akan selesai. Dan yang penting, regulasi pemerintah harus dibuat tegas dan betul-betul diterapkan, sehingga masyarakat mematuhinya,” ujar Apit.

Sementara itu, untuk menangani pengelolaan sampah di KBB, Pemkab Bandung Barat melalui BUMD PT Perdana Multiguna Sarana berencana membangun insinerator di TPA Sarimukti. Pembangunan insinerator itu bekerja sama dengan perusahaan asal Korea Selatan. (bie)

Loading...

loading...

Feeds