Beruang Madu di Kebun Binatang Bandung Kurang Gizi, Kok Bisa ?

Beruang madu yang kurus di Kebun Binatang Bandung

Beruang madu yang kurus di Kebun Binatang Bandung

 

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Tak hanya viral di media sosial, kurusnya Beruang Madu di Kebun Binatang Bandung juga menarik perhatian sejumlah pihak berkepentingan. Aksi penyelamatan hewan yang dilindungi itu terus menggelora.

Pakar Beruang Madu, Gabriella Fredriksson berpendapat, tindakan beruang madu yang memakan kotorannya sendiri mengindikasikan bahwa mereka merasa sangat bosan dan tidak ada yang bisa dilakukan.

“Itu biasanya terjadi ketika hewan tidak mendapat rangsangan yang cukup. Saya tidak tahu bagaimana diet mereka,” kata Fredriksson yang juga salah satu ketua dalam komite pakar beruang madu di International Union for Conservation of Nature itu.

Menurutnya, terlihatnya tulang iga pada beruang madu bukanlah hal yang normal.

“Mereka kurang mendapat makanan. Beruang madu di hutan punya diet yang kaya, protein dan buah. Mereka biasanya makan rayap, serangga, telur semut untuk protein, dan berbagai jenis buah: cempedak, durian, jambu hutan. Mereka bisa makan sampai 100 jenis buah. Jika dipelihara, mereka bisa makan tempe dan telur. Tapi di kebun binatang, hewan-hewan ini mungkin hanya mendapat satu sisi diet, seperti pepaya, yang murah. Dan tentu saja mereka kekurangan gizi,” kata Fredriksson.

Perilaku meminta-minta, kata Fredriksson, dari beruang juga tidak normal, dan itu adalah tanda ‘interaksi buruk antara masyarakat dan hewan’.

“Orang tak diizinkan memberi makan di kebun binatang, tapi di banyak kebun binatang di Indonesia, hewan-hewannya sering tak mendapat cukup makanan, maka mereka makan apapun yang dilemparkan. Ini kedengarannya seperti manajemen buruk di kebun binatang,” kata Fredriksson.

Selain itu, kandang berlantai semen juga dinilai buruk bagi kaki beruang karena biasanya di hutan, mereka berjalan di atas sampah dedaunan, sehingga kaki mereka menjadi sensitif.

Ketika mereka berjalan di atas semen, maka kulit mereka akan bermasalah, kaki mereka mengering dan pecah-pecah dan infeksi.

Seharusnya mereka berada di atas tanah atau sampah daun. Selain itu, beruang madu juga tidak bisa di area terbuka, harus dilindungi kanopi karena jika mereka berada di bawah cahaya matahari tanpa perlindungan, beruang madu bisa menderita katarak.

“Mereka bangun jam 5 atau 6 pagi, dan mereka sibuk, lalu mereka tidur di siang hari, dan terus merambah sampai sore. Tapi mereka sangat aktif, non-stop, sehingga mereka membutuhkan lingkungan yang aktif. Jika mereka terjebak di kandang semen dan tak bisa melakukan apa-apa untuk memanjat atau menggali, itu seperti menghancurkan jiwa mereka. Ini berbeda dari hewan seperti orangutan yang bisa duduk di pohon berjam-jam dan bisa bergerak lambat,” kata Fredriksson.

(bbc)

 

loading...

Feeds