Terkait Kasus Penipuan CPNS, Polres Cimahi Dapat Laporan Baru

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, CIMAHI – Polres Cimahi menerima laporan dari korban atas nama Tjutju Komalawati (43) terkait penipuan CPNS di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Mahmud, Kota Cimahi, Senin (16/1/2017).

Dalam laporannya, diketahui bahwa warga Cipageran Kota Cimahi itu sudah menyetorkan uang dengan total Rp 350 juta kepada oknum yang menjanjikan anak dan keponakannya sebagai PNS di tahun 2013 lalu.

Tjutju mengatakan, dirinya percaya karena pelaku merupakan anggota Kepolisian, ditambah isterinya bekerja di BKN regional III Jawa Barat.

“Tapi pas saya tanya, dia mengulur waktu terus. Lalu saya lihat banyak berita tentang penipuan dengan modus seperti ini, makanya langsung saya laporkan saja,” kata Tjutju.

Dalam laporannya, Tjutju membawa sejumlah bukti berupa laporan surat pemberitahuan dan kwitansi pembayaran.

“Saya ingin uangnya kembali lagi. Sebenarnya, kalau ada itikad baik dari dia (pelaku, red), saya tidak akan melapor, tapi kan tidak ada itikad baik,” ucapnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Reza Arifian mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Pihaknya akan menindaklanjuti terlebih dahulu laporan tersebut.

Ia mengimbau kepada korban penipuan dengan modus CPNS untuk segera melaporkan ke pihak kepolisian bila merasa dirugikan.

“Baru ada dua korban yang melakukan laporan kepada kami. Yang pertama itu pada hari Kamis Jumat (13/1/2017), yang kedua hari ini (kemarin, red). Kemungkinan dua kasus itu beda koordinator,” katanya.

Disinggung mengenai kemungkinan masih banyaknya jumlah korban yang tidak melapor, karena berharap ingin uangnya kembali, Reza menilai hal itu merupakan hak korban.

“Masalah ingin atau tidaknya melaporkan kepada polisi itu kembali lagi kepada yang bersangkutan (korban). Kalau mereka merasa dirugikan karena kasus penipuan penggelapan dengan modus penerimaan CPNS, silahkan konfirmasi ke kami,” katanya.

Di lain pihak, Reza mengatakan, saat ini kepolisian terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan bahwa surat keputusan yang kerap diberikan pelaku untuk meyakinkan korban itu adalah palsu.

Dalam kesempatan itu, Reza pun mengimbau kepada masyarakat ahar tidak mudah percaya oknum yang mengatasnamakan anggota atau pegawai dari instansi yang sanggup mengurus menjadi seorang PNS.

“Tolong dikroscek dan waspada lagi, karena setahu kami tidak ada jalur seperti itu,” pungkasnya. (bbb)

loading...

Feeds