Relokasi Korban Pergerakan Tanah di Cikatomas Bandung Barat Terhambat

Warga membersihkan puing-puing bangunan rumahnya yang hancur akibat pergerakan tanah di Kampung Cikatomas Sasak Gantung, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, KBB

Warga membersihkan puing-puing bangunan rumahnya yang hancur akibat pergerakan tanah di Kampung Cikatomas Sasak Gantung, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, KBB

POJOKJABAR.com, BANDUNG BARAT – Rencana relokasi bagi warga Cikatomas, RT 05/10, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat dan Kampung Bale Kambang, Desa Cirawa Mekar, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang terkena dampak pergerakan tanah kehunian sementara (huntara) masih harus menunggu proses administrasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Saat ini masih proses di BNPB untuk Huntara, terakhir kita masih melengkapi administrasi, karena terputus tahun anggaran, mudahan-mudahan secepatnya,” ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB Barat Dicky Maulana di Ngamprah, Senin (16/1).

Diki mengatakan, sebelumnya pihaknya telah mengajukan anggaran setiap KK untuk huntara sebesar Rp 25 juta. Anggaran tersebut dialokasikan untuk bangunan dengan konsep rumah tumbuh atau tumah yang pembangunannya terus dilakukan secara bertahap.

Sementara untuk lokasi huntara sendiri, lanjut Diki, lokasinya masih memanfaatkan tanah desa yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal asal.

“Realisasi nanti tergantung BNPB dan lokasinya masih di Desa Citatah, proposal masih dikaji oleh BNPB,” ujar Diki.

Berdasarkan data BPBD saat ini, tercatat ada 124 jiwa dari 40 Kepala Keluara (KK) terdampak dari yang sebelumnya 116 jiwa dari 35 KK di Kampung Cikatomas RT 05/10 dan Kampung Bale Kambang, Desa Cirawa Mekar, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) .

“Karena ada rumah panggung yang tadinya retakan tanahnya hanya melewati kolong rumahnya, sekarang sudah mengenai bagian rumahnya,” ujarnya.

Selain rumah, jalan dan jembatan penghubung Desa Cikatomas dengan Desa Cirawa pun saat ini total sudah tidak bisa dilalui kendaraan. Ketinggian jalan yang amblas mencapai 1 meter lebih. Sementara untuk jembatan saat ini kondisinya sudah bergeser.

“Kondisi jalan dan satu jembatan di Kampung Cikatomas sudah tidak bisa dilalui lagi oleh kendaraan,” katanya.

Seperti diketahui, pasca pergerakan tanah yang terjadi, warga terdampak terpaksa harus menempati huntara untuk 2 tahun ke depan. Hal itu setelah keluarnya hasil kajian dari Badan Geologi Jawa Barat yang menyatakan bahwa untuk lokasi pemukiman warga terdampak sudah tidak layak lagi dijadikan sebagai pemukiman tempat tinggal. (bie)

 

 

loading...

Feeds