Polisi Gadungan di Kota Cimahi Diringkus

Ilustrasi.

Ilustrasi.

POJOKJABAR.com, CIMAHI – Seorang tersangka tindak pidana penipuan dan penggelapan mobil berhasil diamankan Satreskrim Polres Cimahi. Dalam menjalankan aksinya, pelaku kerap menyamar sebagai seorang anggota kepolisian untuk memperdaya korban.

Tersangka diketahui berinisial JA (30), warga Cibeber, Kota Cimahi itu sudah melakukan penipuan dari tahun 2015. Dari pengakuannya, sudah delapan mobil yang berhasil dibawa kabur dari tempat penyewaan mobil di sejumlah daerah Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi.

JA yang merupakan pengangguran itu mengaku bahwa seragam polisi miliknya hasil menjahit sendiri. Seragam itu pula yang membuat tempat penyewaan mobil percaya menyewakan mobil kepdanya.

Namun setelah masa sewa habis, pelaku tak kunjung mengembalikan kendaraan kepada korban. Belakangan diketahui, kendaraan milik korban ada yang dijual sampai ke luar pulau.

“Saya pakai seragam (polisi) kalau mau nyewa mobil, mereka percaya saya anggota polisi,” ucapnya saat ditemui di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Mahmud, kemarin.

Di tempat yang sama, Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Reza Arifian mengatakan, tersangka berhasil diamankan setelah pihaknya mendapatkan laporan dari warga yang menjadi korban penipuan.

“Kami mendapat beberapa laporan. Setelah kami selidiki, pelakunya merupakan orang yang sama. Lalu kami lakukan pengejaran,” ujarnya.

Tersangka akhirnya ditangkap pada hari rabu (11/1/2017) lalu di daerah Pasteur, Kota Bandung. Dari tangan tersangka, pihak kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, seragam polisi palsu dan senjata api beserta pelurunya yang diduga untuk memperdaya korban.

“Dari pengakuannya, tersangka ini sudah delapan kali berhasil membawa lari mobil. Tapi, korban yang sudah melapor itu baru dua. Makanya, kami himbau kepada warga yang merasa pernah menjadi korban dengan modus yang sama agar melaporkan ke polres Cimahi,” terangnya.

Reza pun melanjutkan, dari delapan orang korban, pihak kepolisian masih belum menemukan unit mobil yang dibawa pelaku.

“Nilai rupiahnya bervariasi, satu mobil bisa Rp 180 juta. Apakah dijual atau bagaimana masih kami selidiki.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 378 dan atau pasal 372 KUH-Pidana, tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman 5 tahun penjara (bbb)

loading...

Feeds