Oknum PNS Bandung Barat Terlibat Penipuan CPNS, Ini Tanggapan Ketua DPRD

Aa Umbara Sutisna

Aa Umbara Sutisna

POJOKJABAR.com, BANDUNG BARAT – DPRD Kabupaten Bandung Barat menyesalkan atas tertangkapnya oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Bandung Barat yang diduga terlibat dalam tindak penipuan rekruitmen penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Oknum PNS yang bernama Lalan Suherlan, 46 tersebut, diketahui bekerja di Kantor Kecamatan Cihampelas sebagai salah satu pelaksana di bawah naungan Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantib).

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat Aa Umbara Sutisna mengungkapkan, penipuan tersebut merupakan salah satu kurangnya pembinaan terhadap jajaran PNS yang dilakukan oleh Bupati Bandung Barat Abubakar. Oleh karenanya, dibutuhkan pembinaan yang lebih tegas agar terhindar dari aksi kejahatan apapun.

“Kami DPRD menyesalkan adanya oknum PNS yang melakukan penipuan hingga korbannya banyak sekali. Jelas, ini mencoreng nama Kabupaten Bandung Barat,” tegas Aa saat dihubungi Minggu (15/1/2017).

Atas kejadian ini, kata Aa, Bupati harus turun langsung untuk melakukan evaluasi kinerja para PNS, tidak hanya di lingkungan Perkantoran Pemkab Bandung Barat. Melainkan, pembinaan terhadap PNS yang ada di kecamatan.

“Kalau sudah begitu, Bupati dan Sekda harus turun langsung melakukan pembinaan dan memberikan pengarahan untuk meningkatkan kedisiplinan PNS. Buat apa setiap tahun melakukan acara diklat, bimtek dan pembinaan kalau hasilnya seperti kasus ini. Buang-buang saja anggaran,” sesalnya.

Menurut Aa, Bupati juga diminta bisa mengarahkan PNS untuk menjalankan tupoksi sesuai dengan aturan. Sebagai pelayanan masyarakat, PNS harus memberikan contoh bagi masyarakat dengan prilaku yang baik. “Di akhir kepemimpinan Bupati seharusnya tidak ada lagi kasus-kasus seperti ini. Apalagi, beberapa waktu lalu Kabupaten Bandung Barat juga tercoreng oleh prilaku mantan Kepala BKD yang terlibat narkoba. Ini memalukan,” ungkapnya.

Aa menambahkan, tahun 2017 merupakan tahun politik dimana PNS harus bersikap netral. Ia juga mengingatkan Bupati untuk tidak mengarahkan PNS masuk pada ranah politik. “Namun paktanya kita lihat saja di lapangan setiap acara, seringkali PNS mulai diajak ke arah politik. PNS itu harus netral dan hanya melayani masyarakat,” terangnya.

Aa juga menyesalkan, sikap Bupati yang setiap acara di tengah masyarakat, seringkali mempromosikan istrinya Elin Suharliah Abubakar agar dipilih oleh masyarakat. Padahal, acara tersebut merupakan program pemerintah yang menggunakan APBD. “Tidak boleh acara yang menggunakan APBD untuk kepentingan politik. Apalagi, saat ini belum memasuki masa kampanye. Dewan akan memantau segala kegiatan seremonial APBD 2017 agar tidak dicampuri oleh politik,” tegasnya.

Seperti diketahui, Polres Cimahi sudah menetapkan status tersangka terhadap salah seorang oknum PNS asal Kabupaten Bandung Barat Lalan Suherlan, 46  warga Kampung Babakan Cianjur RT 01 RW 04 Desa Cihampelas Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat. Sejumlah barang bukti penipuan yang telah diamankan oleh polisi, mulai dari SK (Surat Keputusan) Nomor 1061.1/201-SETDA/2013 tertanggal 18 Desember 2013 di tandatangani oleh Sekda Lex Laksamana memutuskan terhitung bulan Desember 2013 mengangkat menjadi calon pegawai negeri sipil nama Selly Amelia Suryana Putri. Satu lembar Surat Penetapan nomor induk nomor  0111/KV/XII/24206/Kep/2013 Badan Kepegawaian Negara Kantor Regional. Satu lembar Petikan Surat Keputusan Gubernur Nomor 908.12/Kep.50-BKD/2016 Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Satu lembar Surat Keputusan Gubernur nomor  902.2/KPTS.01.2421/IV/2016 Gubernur Provinsi Jawa Barat. Satu lembar petikan surat pernyataan melaksanakan tugas nomor SPMT-901/SET/UP.11/2016 Sekretariat Jendral Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia. Satu lembar petikan keputusan mentri dalam negeri RI nomor 1270.2/209-2016 Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Tiga buah kwitansi antara lain, sebesar Rp50.000.000 tertanggal 20 Januari 2014 ditandatangani oleh Boni Irawan, sebesar Rp3.500.000 ditandatangani oleh Wawan Gunawan.

Sebesar Rp1.500.000 ditandatangani oleh Wawan Gunawan. Dua stel seragam PNS. “Pelaku sudah kami amankan berikut dengan barang buktinya,” kata Kapolres Cimahi AKBP Ade Ary Syam Indradi.

Diungkapkan Kapolres, berdasarkan pengakuan tersangka, hingga saat ini ada 50 orang dari wilayah Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Tasikmalaya. “Pengakuan dari tersangka ada 50 orang korbannya. Atas perbuatannya, tersangka dikenai Pasal 378 atau 372 KUHPidana,” pungkasnya. (bie)

loading...

Feeds