Minimarket Tak Berizin Tumbuh Liar di Bandung Barat

ilustrasi

ilustrasi

POJOKJABAR.com, BANDUNG BARAT – Keberadaan minimarket baru di Kabupaten Bandung Barat semakin tak terkendali, baik di daerah perdesaan maupun perkotaan. Pasalnya, minimarket yang sudah ada pun banyak yang belum mengantongi izin usaha toko modern (IUTM).

Minimnya Perhatian Pemerintah membuat banyaknya minimarket membuka tokonya dengan leluasa tanpa ada pantauan. Berdasarkan pantauan wartawan di Kecamatan Lembang, minimarket baru tersebar di sepanjang Jalan Raya Lembang, Jalan Panorama, dan Jalan Grand Hotel. Tak sampai dua kilometer untuk memutari ketiga jalan yang searah itu, sebanyak delapan minimarket dapat dijumpai. Beberapa di antara minimarket tersebut mulai dibuka pada tahun lalu.

Di luar kawasan pusat Lembang, minimarket baru juga banyak bermunculan di hampir seluruh kecamatan di Bandung Barat. Bahkan, beberapa di antaranya berdekatan dengan pasar tradisional, seperti minimarket yang terdapat di sekitar Pasar Batujajar dan Pasar Cililin. Minimarket baru juga terdapat di Desa Cibodas, Lembang, yang merupakan kawasan perdesaan.

Menurut Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu KBB Ade Zakir mengatakan, pada 2016 pihaknya hanya mengeluarkan enam IUTM.

“Total yang kami terbitkan pada 2016 itu ada 3.348 surat izin, tapi itu buat segala macam perizinan. Kalau IUTM, tahun lalu yang kami terbitkan cuma ada enam surat izin,” kata Ade.

Di antara ribuan surat izin yang diterbitkan pada 2016 itu, dia menyebutkan, sebanyak 371 surat izin merupakan izin mendirikan bangunan. Meski begitu, Ade belum bisa menyatakan berapa IMB yang ditujukan untuk pembangunan minimarket.

“IMB itu mesti dilihat rinciannya dulu, karena peruntukannya tidak semua rumah singgah atau toko, jadi itu jumlah IMB secara campuran,” katanya.

Ade mengakui, banyak minimarket di Bandung Barat yang belum berizin, karena minimarket yang ada jauh lebih banyak dibandingkan IUTM yang pernah dikeluarkan DPMPTSP. Meski begitu, dia menyatakan kesulitan menindaklanjuti minimarket ilegal tersebut, karena pihaknya tak punya petugas lapangan.

“Pada prinsipnya kami hanya menunggu. Jadi ketika ada permohonan izin yang masuk, maka kami layani. Memang di lapangan ada banyak minimarket, tapi itu harus dikroscek juga dengan satuan kerja perangkat daerah yang lain. Kalau dari kami, upaya yang kami lakukan ialah sosialisasi secara umum. Jadi sebelum seseorang melakukan kegiatan usaha, sebaiknya dilengkapi dulu perizinannya,” paparnya.

Sedangkan itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan KBB Wetti Lembanawati juga mengakui bahwa banyak minimarket di Bandung Barat yang belum berizin. Menurut dia, paling banyak cuma 30% dari seluruh minimarket yang ada di KBB yang sudah memiliki IUTM.

“Saya kira cuma 20% yang berizin, paling banyak mungkin 30%. Namun, data itu lebih lengkap ada di DPMPTSP,” katanya.

Dari data yang dia miliki, Wetti menyebutkan bahwa minimarket yang ada di Bandung Barat berjumlah total sekitar 190 unit.

“Yang eksis ada 190-an minimarket, tapi itu sudah lama. Saya belum tahu berapa jumlah minimarket yang ada saat ini. Kami juga kan tidak pernah diberi tahu setiap kali ada minimarket yang baru. Biasanya data itu ada di pihak desa atau kecamatan,”pungkasnya. (bie)

loading...

Feeds