Dana Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni dari Pemkab Bandung Barat Diselewengkan

ILUSTRASI

ILUSTRASI

POJOKJABAR.com, BANDUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada tahun 2016 mengucurkan anggaran untuk pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) masing-masing penerima sebesar Rp5 juta. Namun dana yang dialokasikan untuk warga kurang mampu tersebut, diantaranya tidak diterima secara utuh.

Berdasarkan pantauan langsung wartawan di Desa Cikadu Kecamatan Sindangkerta, ada dua warga penerima bantuan RTLH tersebut tidak sesuai dengan anggarannya.

Adalah Ida Rosida (49), warga Kampung Pasir Tengah RT 01 R 10 Desa Cikadu Kecamatan Sindangkerta yang mengaku menerima bantuan RTLH tersebut totalnya bernilai kurang lebih Rp2,5 juta.

“Kalau uang yang saya terima sih cuma Rp1,5 juta. Tapi ditambah barang (matrial) kira-kira kalau diuangkan harganya Rp1 juta,” ucapnya, Rabu sore (11/1/17) di kediamannya.

Ia menyebutkan material tersebut berupa papan 5 lembar, palang dada 18 lembar, persegian 2 buah, reng ukuran 2 meter 18 batang, reng ukuran 2,5 meter 18 batang. Sedangkan uang tunai yang ia terima dipergunakan untuk bahan material lainnya seperti semen, paku, pasir dan triplek dengan nilai harga seluruhnya Rp1,3 juta. Sisanya sebesar Rp200 ribu sebagai upah kerja buruh bangunan rumahnya.

Namun Ida mengaku, saat menandatangani kwitansi yang diserahkan pengurus Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) nilainya Rp5 juta. Ida saat itu tidak sempay mempertanyakan perbedaan nilai yang diterimanya dengan kwitansi yang harus ditandatanganinya. Ia malah balik bertanya ke wartawan, tentang nilai bantuan sebenarnya.

loading...

Feeds