Bupati Kabupaten Bandung Akan Uji Kinerja Pejabat Baru

Dadang M Nasser

Dadang M Nasser

POJOKJABAR.com, KABUPATEN BANDUNG – Bupati Bandung Dadang M Naser mengatakan dirinya akan mengevaluasi kinerja para pejabat eselon 2 dan 3 yang baru saja di lantik beberapa waktu lalu. Menurut Dadang, kinerja semua pejabat akan dinilai secara detil sesuai dengan anjuran Menteri Dalam Negeri dalam PP No 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.

“Yang mana di dalam peraturan tersebut juga menitik beratkan kepada kinerja, kedisplinan, dan loyalitas para pejabat negara. Kalau kinerjanya biasa-biasa saja, ya sudah kita non-job kan atau distafkan,” tutur Dadang M Naser kepada Wartawan, Selasa (10/1/2017).

Bupati berjanji akan melakukan evaluasi tersebut di enam bulan ke depan. Dia meneruskan, bagi pejabat yang berpotensi untuk naik jabatan, akan dipromosikan bila ada kesempatan. Sebaliknya, pejabat yang tidak menunjukkan perkembangan kinerja yang baik justru akan mengalami degradasi jabatan secara otomatis.

“Kita akan evaluasi semua, buat jabatannya yang bisa meningkat bisa ada kesempatan untuk naik jabatan,” kata Dadang.

Lebih lanjut, Dadang juga menyangsikan ketentuan Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru yang memisahkan Dinas Kebakaran secara mandiri serta meleburkan  bidang kebersihan di Dinas Lingkungan.

“Kalau Dinas Kebakaran, untuk di perkotaan tentu saja bisa saja mandiri, kita di kabupaten tidak usah mandiri,” ujarnya.

Dikatakan Dadang, pemerintah kabupaten akan menguji efektivitas Dinas Kebakaran dan Dinas Lingkungan dalam enam bulan ke depan.

“Supaya ini terus dikomunikasikan. Pemerintah pusat juga harus memperhatikan mana yang mesti disatukan, kuat tidak Dinas Lingkungan di tambah dengan bidang kebersihan, lingkungan itu sudah berat ditambah lagi dengan kebersihan,” imbuhnya.

Selain itu, Dadang juga menggaris bawahi fungsi dari posisi staf ahli dalam perangkat pemerintahan. Menurut dia, sejauh ini tidak semua staf ahli yang berfungsi di lapangan. Sehingga perlu ada evaluasi terkait hasil dari kinerja staf ahli ini.

“Mohon dievaluasi oleh nasional, selama ini staf ahli tidak berfungsi semua, ada yang betul-betul rajin datang, tapi fungsinya masih belum jas. Staf ahli akan menghasilkan apa? Kajian atau penelitian? Bagaimana kaitannya dengan perguruan tinggi, yang saya rasakan, sambungan antara kebijakan negara dengan perguruan tinggi belum nyambung, bagaimana para peneliti menjadi guidance terhadap kebijakan negara,” pungkasnyanya. (fer)

loading...

Feeds