Warga Bandung… Pencetakan E-KTP di Bandung Dimulai Februari 2017

Ilustrasi pencetakan-e-ktp

Ilustrasi pencetakan-e-ktp


POJOKJABAR.com, BANDUNG – Pada e-KtP baru bisa dilakukan tahun depan. Pasalnya pengadaan blanko yang dilakukan pemerintah pusat gagal lelang.

“Jadi kemungkinan, mereka yang datanya nya sudah direkam tapi KTP belum dicetak, baru bisa melakukan pencetakan pada Januari atau Februari tahun depan,” ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung, Popong W. Nuraeni, kepada wartawan, Kamis (22/12/2016).

Untuk sementara, e-KTP di Kota Bandung menggunakan surat keterangan (suket). Menurut Popong, karena sudah sering menerima sosialisasi, maka tidak ada lagi instansi yang menerima suket.

“Kalau sebelum ini, kepolisian menolak suket untuk membuat SIM. Tapi, setelah kita beri sosialisasi, sekarang suket diterima,” paparnya.

Di Kota Bandung sendiri, ada sekitar 82 ribu warga yang datanya sudah direkam, tapi belum dicetak.
Sementara itu, untuk memberikan pelayanan lebih kepada warga Kota Bandung, Disdukcapil akan menandatangani MOU dengan RSUD, RSKIA dan Dinas Sosial.

“Jadi jika ada kelahiran di RSUD dan RSKIA, maka petugas akan mengentri data, sehingga akan kami keluarkan kartu keluarga baru, dan kartu identitas anak,” papar Popong.

Sementara dengan Dinsos, diperlukan data miskin, mengingat pengelolaan warga miskin dilakukan oleh Dinsos, sehingga akan ketahuan apakah warga tersebut adalah warga Kota Bandung atau bukan.Ini merupakan implementasi dari Permendagri 61 tahun 2016 tentang Hak Akese Pemanfaatan Data Kependudukan dan Catatan sipil.

“Penandatanganan ini akan dilakukan pada 28 Desember disaksikan Dirjen Kependudukan RI,” tambah Popong.

Dalam penandatanganan ini, rencananya akan dibuka outlet untuk perekaman data kartu keluarga, kartu identitas anak, dan akta kelahiran masing-masing kuota disiapkan untuk 200 perekaman.

Selain itu, Kota Bandung juga membuat konsep akta kelahiran braille.

“Di Kota Bandung ada sekitar 400 orang tuna netra yang akan kita data, dan mendapat akta kelahiran braille dan akta kelahiran standar Nasional,” papar nya. (mur)

Loading...

loading...

Feeds