Duhh… 600 Warga di Kota Cimahi Punya Data Ganda

Petugas menyortir e-KTP sebelum didistribusikan. Data ganda penduduk menjadi salah satu masalah yang dihadapi Disdukcapil Kota Cimahi dalam pembuatan e-KTP.

Petugas menyortir e-KTP sebelum didistribusikan. Data ganda penduduk menjadi salah satu masalah yang dihadapi Disdukcapil Kota Cimahi dalam pembuatan e-KTP.


POJOKJABAR.com, CIMAHI – Data ganda penduduk menjadi salah satu masalah yang dihadapi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi dalam pembuatan e- KTP.

Dari data Disdukcapil, ada sekitar 600 warga yang memiliki data ganda. Demikian disampaikan Petugas jaringan dan pengolahan data ganda Disdukcapil Kota Cimahi, Muhammad Faisal.

Dia menjelaskan, data ganda e-KTP itu terjadi karena warga yang pindah keluar/masuk Kota Cimahi tidak melalui prosedur yang benar. Hal itu mengakibatkan seorang warga memiliki dua nomor induk kependudukan.

“Duplicat record itu ada beberapa kategori. Selain tidak melakukan prosedur yang benar saat pindahan, bisa juga terjadi karena saat perekaman warga menggunakan softlens. Untuk kasus softlens ini agak rumit, karena data biometriknya harus dihapus dulu, sementara penghapusannya jadi kewenangan di pusat,” katanya.

Meski demikian, Faisal mengatatakan hal itu bisa diatasi meski memakan waktu yang relatif sedikit lama. Untuk memperbaikinya, Disdukcapil mesti melakukan verifikasi terhadap pemilik data ganda.

“Tahun ini tercatat data ganda di Kota Cimahi ada sekitar 600 orang. 550 orang diantaranya sudah selesai. Sisanya masih masih dalam proses,” katanya saat ditemui di Kantor Pemerintah Kota Cimahi, kemarin.

Sebelumnya, Disdukcapil pun mengalami kendala sistem dari pemerintah pusat yang tidak bisa diakses karena gangguan jaringan pada Jumat (28/8) lalu. Hal itu membuat proses pembuatan e-KTP terhambat.

Dari sekitar 4.000 e-KTP yang terlambat dicetak, sejauh ini Disdukcapil telah mencetak lebih dari setengahnya, walaupun belum seluruh E-KTP yang tercetak sudah didistribusikan.

Penduduk Cimahi yang wajib memiliki e-KTP berjumlah sekitar 369 ribu orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 360 ribu orang telah memiliki e-KTP, sedangkan dari sekitar sembilan ribu orang yang tersisa belum memiliki e-KTP tinggal sekitar lima ribu orang yang belum melakukan perekaman. (bbb)

Loading...

loading...

Feeds

Dalam aksi yang dilakukan oleh ribuan buruh dalam penolakan UU Cipta Kerja Omnibus Law, satu spanduk yang mereka bawa mencuri …